Saham Microsoft (MSFT) melonjak hingga 14% pada perdagangan Kamis (31/7/2026), setelah perusahaan melaporkan laba yang melampaui ekspektasi pasar. Pertumbuhan bisnis Copilot dan Azure disebut sebagai pendorong utama kinerja impresif raksasa teknologi asal Redmond tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Selain pendapatan yang solid, Microsoft juga berhasil menekan belanja modal dengan memperpanjang masa pakai sejumlah pusat data dan kantor. Langkah ini membantu menggeser pos belanja keluar dari kategori capital expenditure (capex), yang disambut positif oleh para analis dan investor.
Nasib berbeda justru menimpa Meta (META). Saham perusahaan induk Facebook dan Instagram itu ambruk lebih dari 9% pada pembukaan pasar. Penyebabnya, Meta gagal memberikan panduan belanja untuk tahun fiskal 2027, sementara kas perusahaan terus tergerus.
Kekhawatiran investor semakin bertambah setelah Meta tidak memberikan kejelasan mengenai rencana pengeluaran jangka menengah. Padahal, pasar sangat menantikan sinyal dari Mark Zuckerberg terkait arah investasi perseroan di tengah persaingan AI yang kian sengit.
Tak hanya Meta, saham Qualcomm (QCOM) juga ikut tertekan meski berhasil mencatatkan pendapatan di atas perkiraan. Perlambatan penjualan smartphone membebani prospek bisnis perusahaan di kuartal-kuartal mendatang, sehingga membuat investor bersikap hati-hati.
Sesi hari ini masih menyisakan dua laporan keuangan raksasa teknologi lainnya, yakni Amazon (AMZN) dan Apple (AAPL), yang akan dirilis setelah bursa tutup. Investor fokus pada besaran belanja Amazon serta dampak kelangkaan memori terhadap laba Apple.
Hasil dari Amazon dan Apple dinilai akan sangat menentukan arah pergerakan sektor teknologi dalam pekan ini. Pasar juga menanti apakah kedua perusahaan ini akan mengikuti jejak Microsoft dengan pertumbuhan berbasis AI, atau justru menghadapi tantangan serupa Meta dan Qualcomm.