Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Saham TUGU Moncer di Tengah IHSG...
EKONOMI

Saham TUGU Moncer di Tengah IHSG Merah, Ini Sebabnya

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 31 Juli 2026
Grafik kinerja saham TUGU yang moncer di tengah koreksi IHSG dan diversifikasi bisnis

Grafik kinerja saham TUGU yang moncer di tengah koreksi IHSG dan diversifikasi bisnis

Ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terpuruk dengan koreksi sekitar 28,8% sejak awal tahun, saham PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) justru menunjukkan ketangguhan. Emiten asuransi anak usaha PT Pertamina ini mencatat kenaikan sekitar 3,0% secara year-to-date, menjadi salah satu saham yang mampu bertahan di tengah badai pasar modal.

Kinerja positif TUGU rupanya menarik perhatian investor asing. Sepanjang tahun berjalan, saham berkode TUGU ini dibeli bersih oleh investor asing sebesar sekitar Rp21 miliar. Arus masuk dana asing ini menjadi sinyal bahwa pelaku pasar mulai melirik potensi pertumbuhan perusahaan asuransi yang fokus pada sektor energi dan marine tersebut.

Optimisme terhadap TUGU juga tercermin dari rekomendasi positif sejumlah analis sekuritas. Dalam beberapa bulan terakhir, setidaknya empat perusahaan sekuritas memberikan rekomendasi beli dengan target harga yang cukup menarik di atas level perdagangan saat ini.

Phintraco Sekuritas merekomendasikan beli dengan target harga Rp1.740 per saham. KISI Sekuritas mematok target Rp1.800, Sinarmas Sekuritas menetapkan Rp1.700, sedangkan Semesta Sekuritas memberikan target harga Rp1.725. Seluruh target tersebut berada di atas harga pasar TUGU saat ini, menunjukkan adanya ruang apresiasi yang masih terbuka lebar.

Analis Semesta Sekuritas, Nicholas Dharmawan, menilai TUGU memiliki fondasi bisnis yang solid. Menurutnya, perusahaan telah berhasil membangun posisi sebagai salah satu pemain utama di lini asuransi energi dan marine, sekaligus terus melakukan diversifikasi ke berbagai lini asuransi komersial lainnya.

Langkah diversifikasi ini dinilai strategis karena memperluas sumber pendapatan perusahaan. "Dengan tidak hanya bergantung pada satu segmen bisnis, prospek pertumbuhan TUGU menjadi lebih berkelanjutan dan risiko bisnis pun lebih terdiversifikasi," demikian paparan Nicholas dalam risetnya.

Tak hanya dari sisi bisnis, valuasi saham TUGU juga dinilai masih sangat menarik. Nicholas menyebut bahwa saat ini saham TUGU diperdagangkan hanya sekitar 0,4 kali price-to-book value (PBV) berdasarkan kinerja tahun 2025. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata perusahaan asuransi umum lain, baik di Indonesia maupun di kawasan regional.

Dengan PBV yang murah, diversifikasi bisnis yang terus berjalan, serta dukungan dari induk usaha Pertamina, TUGU dinilai memiliki daya tarik investasi yang kuat di tengah volatilitas pasar. Investor asing yang terus mencatatkan pembelian bersih menjadi bukti bahwa kepercayaan terhadap prospek jangka panjang perusahaan tetap tinggi.

Topics
tugu saham asuransi ihsg investor asing diversifikasi bisnis pertamina asuransi energi rekomendasi saham phintraco sekuritas valuasi pbv
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.