Saham Meta Platforms (META) ambruk hingga 9% pada perdagangan Kamis (30/7), sehari setelah raksasa media sosial itu merilis laporan keuangan kuartal II yang mengecewakan pasar. Investor menghukum saham perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp tersebut karena laba per saham (EPS) yang jauh di bawah proyeksi analis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam laporan yang dirilis setelah bursa tutup pada Rabu (29/7), Meta membukukan laba per saham sebesar US$6,18, meleset dari konsensus analis Bloomberg yang memperkirakan US$7,14. Namun di sisi pendapatan, perusahaan masih mencatatkan angka yang sedikit lebih baik dengan raihan US$60,8 miliar, mengalahkan estimasi US$60,2 miliar.
Pendapatan iklan, yang menjadi tulang punggung bisnis Meta, tercatat US$59,3 miliar, hampir sejalan dengan perkiraan pasar sebesar US$59,07 miliar. Meski masih tumbuh, pertumbuhan pendapatan iklan dianggap tidak cukup untuk menutupi kekhawatiran investor atas melonjaknya belanja modal (capex) perusahaan.
Yang menjadi sorotan utama adalah revisi proyeksi capex Meta. Perusahaan kini menaikkan batas bawah estimasi belanja modal menjadi US$135 miliar-US$145 miliar, dari sebelumnya US$125 miliar-US$145 miliar. Meta memang telah berkomitmen menggelontorkan dana hingga US$145 miliar tahun ini, sebagian besar untuk pembangunan pusat data (data center) guna mendukung ambisi kecerdasan buatan (AI).
Kekhawatiran investor sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa kuartal terakhir, di mana belanja modal yang membengkak mulai menggerus arus kas bebas (free cash flow). Namun hasil kuartal II ini semakin memperkuat sentimen negatif karena kinerja dianggap hanya "cukup untuk dilalui".
Gil Luria, analis dari D.A. Davidson, menilai kinerja Meta kuartal ini pas-pasan. "Kabar baiknya adalah mereka hanya sedikit menaikkan capex. Dan arus kas mereka sedikit positif, dan maksud saya sedikit, jadi bisa dibilang cukup untuk dilalui," ujarnya kepada Yahoo Finance. Luria juga menyebut bahwa panduan pendapatan perusahaan ke depan masih di bawah harapan. "Mereka hampir tidak memenuhi ekspektasi untuk kuartal ini," tegasnya.
Tekanan pada saham Meta mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas di pasar teknologi, di mana investor semakin selektif terhadap perusahaan-perusahaan yang membakar banyak uang tunai untuk investasi jangka panjang tanpa kepastian keuntungan jangka pendek. Langkah Meta selanjutnya akan sangat dinantikan, terutama bagaimana mereka menyeimbangkan agresi belanja AI dengan tuntutan Wall Street untuk menjaga profitabilitas.