Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Serangan Udara AS Hantam Jembatan...
BERITA

Serangan Udara AS Hantam Jembatan dan Infrastruktur Listrik di Iran

Kondisi kerusakan infrastruktur jembatan pasca serangan udara militer AS di wilayah Iran selatan

Kondisi kerusakan infrastruktur jembatan pasca serangan udara militer AS di wilayah Iran selatan

Pasukan Amerika Serikat (AS) dilaporkan kembali melancarkan serangan udara intensif terhadap wilayah Iran untuk malam ketujuh berturut-turut. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, eskalasi ini menandai runtuhnya kesepakatan gencatan senjata sementara yang sempat disepakati bulan lalu oleh kedua belah pihak.

Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam sebuah unggahan resmi di media sosial X menyatakan bahwa rangkaian serangan yang dimulai pada Jumat malam tersebut dirancang untuk "terus melemahkan kemampuan militer Iran". Langkah ini memicu rentetan ledakan di berbagai titik strategis Republik Islam tersebut.

Menurut laporan dari kantor berita negara IRNA, setidaknya lima ledakan keras terdengar pada Sabtu (18/7/2026) dini hari di Kota Yazd, yang terletak di Iran tengah. Selain itu, dari pantauan redaksi melalui media lokal Mehr, suara ledakan juga terdengar bergemuruh di beberapa provinsi di sepanjang selatan Iran.

Stasiun televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan udara AS kali ini secara spesifik menghantam infrastruktur penting, termasuk jembatan-jembatan di provinsi Hormozgan selatan Iran. Salah satu titik yang menjadi sasaran utama adalah Bandar Khamir, sebuah kota pesisir strategis yang berada di Selat Hormuz.

Berdasarkan data yang dihimpun dari AP News, serangan terhadap jalan raya dan jembatan kereta api tersebut tampaknya bertujuan untuk memutus akses logistik menuju Bandar Abbas. Pelabuhan utama Iran tersebut diketahui merupakan jalur penghubung vital yang mengarah ke wilayah tengah dan ibu kota Teheran.

Kementerian Energi Iran untuk pertama kalinya mengakui adanya kerusakan pada infrastruktur listrik akibat kampanye serangan udara AS ini. Pihak kementerian langsung mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat untuk membatasi penggunaan listrik, terutama di provinsi-provinsi selatan yang saat ini sedang dilanda cuaca panas ekstrem.

Pihak berwenang Iran menyatakan sedikitnya 46 orang tewas dan lebih dari 400 orang terluka dalam rangkaian serangan AS baru-baru ini. Jumlah tersebut mencakup delapan korban jiwa yang meninggal dunia akibat serangan udara di area jembatan pada hari Jumat.

Di kubu sekutu, para pejabat AS mengakui bahwa 13 anggota militer tambahan yang terdiri dari 10 tentara Angkatan Darat dan tiga pelaut Angkatan Navy mengalami luka-luka sejak Senin lalu. Secara total sejak konflik pecah, tercatat 14 anggota militer AS tewas dan 427 lainnya terluka dalam aksi saling serang memperebutkan kendali Selat Hormuz.

// TOPICS
#iran #amerika_serikat #hormozgan #selat_hormuz #serangan_udara #konflik_geopolitik #infrastruktur_listrik
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.