Pemerintah Cina memberikan sinyal positif terkait hubungan peragangannya dengan Amerika Serikat. Beijing menyebut Washington telah mengonfirmasi tidak akan memperpanjang perintah eksekutif yang sebelumnya mencabut status perdagangan khusus Hong Kong.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kementerian Perdagangan Cina menyatakan bahwa komitmen terkait Hong Kong dan sejumlah isu lainnya telah dicapai dalam perundingan dagang AS-Cina di Madrid tahun lalu. Dalam pernyataan resminya, pihak kementerian mengonfirmasi bahwa "President's Executive Order on Hong Kong Normalization" telah berakhir.
Meskipun demikian, dampak menyeluruh dari keputusan ini masih belum terlihat secara instan. Pihak White House mengarahkan pertanyaan terkait berakhirnya perintah eksekutif tersebut kepada Treasury Department.
Office of Foreign Assets Control AS menyampaikan bahwa keadaan darurat nasional yang dinyatakan dalam perintah eksekutif tersebut telah berakhir. Pihaknya juga menghapus sejumlah nama pejabat dari daftar sanksi perintah tersebut, meski beberapa nama dialihkan ke daftar sanksi lainnya.
Pemimpin Hong Kong saat ini, John Lee, bersama pendahulunya Carrie Lam, dilaporkan telah dihapus dari daftar sanksi utama dan dipindahkan ke daftar sanksi sekunder terkait undang-undang Hong Kong lainnya.
Langkah strategis dari AS ini datang dua bulan setelah Presiden Donald Trump melangsungkan pertemuan dengan Presiden Xi Jinping di Beijing. Momentum ini diprediksi dapat mempererat hubungan kedua negara menjelang rencana kunjungan Xi Jinping ke AS akhir tahun ini.
Sebagai informasi, Donald Trump pertama kali menandatangani perintah eksekutif tersebut pada Juli 2020 saat masa jabatan pertamanya. Langkah itu diambil sebagai respons atas pemberlakuan undang-undang keamanan nasional oleh Beijing di Hong Kong.
Melalui perintah tersebut, AS menganggap Hong Kong tidak lagi memiliki otonomi yang cukup untuk mendapatkan perlakuan khusus dibanding daratan Cina. Namun, kini Pemerintah Hong Kong menyambut baik sinyal perubahan kebijakan dari Negeri Paman Sam tersebut.
Pemerintah Hong Kong menegaskan dalam peryataannya bahwa "Menjaga kemakmuran dan stabilitas Hong Kong adalah demi kepentingan bersama Cina dan AS, serta sejalan dengan harapan masyarakat internasional." Pihaknya berharap AS terus menghormati kedaulatan Cina dan hukum yang berlaku di Hong Kong.