Kepolisian Metropolitan Seoul menggeledah kantor pusat Starbucks Korea di Distrik Gangnam, Seoul, sebagai bagian dari investigasi kriminal atas kampanye promosi Tank Day yang dinilai melecehkan sejarah kelam perjuangan demokrasi di negara tersebut.
Lebih dari 40 penyidik dari Unit Investigasi Kejahatan Publik turun tangan menyita dokumen internal serta barang bukti digital terkait kampanye kontroversial tersebut setelah surat perintah penggeledahan resmi diterbitkan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePengamatan redaksi Kabayan News menunjukkan kontroversi bermula ketika Starbucks Korea merilis rangkaian tumbler bertema Tank Day yang jatuh tepat pada peringatan Pemberontakan Gwangju 1980, saat kediktatoran militer menindak brutal demonstran pro-demokrasi.
Berdasarkan analisis awak media Kabayan News, kemarahan publik semakin memuncak akibat slogan penyerta Tak on the desk yang diinterpretasikan sebagai referensi atas upaya rezim menutupi kematian mahasiswa aktivis Park Jong-cheol akibat penyiksaan pada 1987.
Gelombang protes masif langsung melanda media sosial Korea Selatan disertai seruan boikot produk dan tren tagar tal-buck untuk berhenti membeli dari merek kopi internasional tersebut.
Mengutip laporan media setempat, Shinsegae Group selaku pemegang lisensi operasional langsung memecat Chief Executive Officer Sohn Jeong Hyun dan meluncurkan investigasi internal menyusul kecaman luas dari berbagai elemen masyarakat.
Manajemen Starbucks Korea menyampaikan permohonan maaf terbuka dan mengakui penggunaan istilah bersejarah tersebut dilakukan secara tidak pantas, sementara kepolisian terus mengembangkan penyelidikan mendalam atas kasus hukum ini.