Penelitian terbaru dari Cedars-Sinai Health Sciences University mengungkap perubahan molekuler pada jaringan arteri koroner yang memicu aterosklerosis bertahun-tahun sebelum inflamasi terjadi.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News terhadap studi yang dipublikasikan dalam European Heart Journal, tim peneliti menganalisis aktivitas protein dan gen dari sampel jaringan koroner dewasa muda.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Kami menganalisis protein dan aktivitas gen dalam jaringan arteri koroner dari orang dewasa muda yang meninggal karena trauma tanpa riwayat penyakit jantung koroner, dan kami menemukan separuh di antaranya sudah mengalami aterosklerosis praklinis," ujar Sarah Parker selaku penulis pertama studi.
Lebih lanjut, analisis dari Kabayan News menunjukkan perubahan metabolisme sel dan komunikasi antar-sel muncul mendahului tanda-tanda inflamasi klasik yang selama ini diidentifikasi sebagai pemicu utama.
Para peneliti juga mengidentifikasi faktor transkripsi bernama MLXIPL sebagai pengatur utama yang berpotensi menjadi target terapi baru untuk mencegah pembentukan plak.
Melalui temuan ini, metode pencegahan penyakit jantung koroner di masa depan diharapkan dapat bergeser ke deteksi biomarker protein darah sebelum gejala klinis muncul.