Legenda heavy metal Tony Iommi kembali menghidupkan atmosfer gelap khas Black Sabbath melalui album solo terbarunya yang bertajuk "From The Dark". Ini merupakan karya solo pertama gitaris berusia 77 tahun itu dalam lebih dari dua dekade sejak album "Fused" pada 2001.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Album yang dijadwalkan rilis 23 Oktober melalui label BMG ini menghadirkan delapan lagu dengan nuansa sonik yang menggelegar. Iommi menggandeng vokalis asal Norwegia, Jorn Lande, yang turut menulis semua lirik, serta Becky Baldwin pada bass dan Karl Brazil pada drum.
Single utama berjudul "World Alone" telah diperkenalkan secara global melalui acara streaming spesial di kota kelahiran Iommi, Birmingham. Peluncuran berlangsung di dekat Black Sabbath Bridge, jembatan yang diresmikan pada 2019 sebagai penghormatan kota kepada band legendaris tersebut.
Dalam video klip "World Alone", Iommi menampilkan nuansa rock opera dengan latar distopia futuristik. Ceritanya mengisahkan The Believer, seorang tokoh yang terjebak dalam permainan video gelap dan berjuang mencari keselamatan. Lagu ini juga tersedia dalam edisi terbatas 7 inci yang dirilis 4 September.
Iommi yang juga bertindak sebagai produser bersama Mike Exeter, partner kreatif lamanya, mengaku menikmati proses pembuatan album ini. "Ini album yang sangat kami nikmati pembuatannya. Kami tidak mencoba membuktikan apapun. Ini album hebat, dan ia menggebrak," ujar Iommi dilansir dari pernyataan resminya.
Tema eksistensial dan kemanusiaan menjadi benang merah dalam album ini, tergambar dalam lagu "Stormwatcher" dan "Over The Sun". Sementara itu, sisi paling berat terdengar dalam "Return Of The Arbalist", "Legacy", dan "Black Times". Edisi CD deluxe juga menyertakan dua lagu bonus, "Scent Of Dark" dan "Defied".
Rilisnya "From The Dark" menjadi momen emosional karena ini adalah karya pertama Iommi sejak kepergian rekan bandnya di Black Sabbath, Ozzy Osbourne, pada Juli tahun lalu. Sang vokalis legendaris meninggal dunia pada 22 Juli 2025 di usia 76 tahun akibat serangan jantung.
Kepergian Ozzy terjadi hanya dua pekan setelah ia tampil di panggung terakhirnya di Villa Park, Birmingham, dalam konser amal "Back To The Beginning" yang juga menampilkan Iommi, Geezer Butler, dan Bill Ward dalam reuni terakhir formasi klasik Black Sabbath.
Iommi mengungkapkan rasa kehilangannya dalam pesan di Instagram. "Saya masih tidak percaya dia tidak bersama kita. Saya menontonnya di YouTube dan rasanya dia masih di sini. Kami selalu berkomunikasi hampir setiap minggu," tulis Iommi. "Tidak akan pernah ada Ozzy lain. Aku merindukanmu, sahabatku."
Para penggemar Black Sabbath di Birmingham juga memperingati satu tahun kepergian Ozzy dengan "Ozzy Day", di mana patung mekanik "Ozzy The Bull" dihiasi kacamata ikonik sang vokalis dan band kuningan memainkan lagu-lagu klasik Sabbath. Warisan Ozzy pun tetap hidup dalam setiap dentuman riff gitar Iommi yang abadi.