Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan kini tak hanya mengandalkan upaya teknis di lapangan. Menghadapi kemarau panjang yang memicu potensi titik api, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan mengambil langkah taktis melalui pendekatan spiritual dengan membentuk "Satgas Doa".
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Iqbal Alisyahbana, menuturkan bahwa pembentukan Satgas Doa ini merupakan hasil koordinasi rapat bersama Komandan Satgas Operasi Karhutla Sumsel yang juga menjabat sebagai Danrem 044/Gapo. Keberadaannya melengkapi divisi teknis lainnya seperti satgas darat, satgas udara, hingga penegakan hukum.
Menurut Iqbal, meski upaya pemadaman darat dan operasi water bombing tetap menjadi prioritas utama, pemerintah merasa perlu menyeimbangkan usaha tersebut dengan doa. "Di Satgas komando yang dipimpin Pak Gubernur dan Dansatgas Operasi Pak Danrem, ada beberapa bidang. Ada satgas darat, satgas udara, satgas sosialisasi, satgas penegakan hukum, termasuk satgas doa," jelas Iqbal seperti dikutip dari laporan IDN Times.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLangkah ini bertujuan untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT agar wilayah Sumatra Selatan segera diguyur hujan. Iqbal pun secara aktif mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota, jajaran ASN, hingga masyarakat luas untuk meluangkan waktu melaksanakan salat istisqa.
Hingga saat ini, imbuh Iqbal, imbauan untuk melaksanakan ibadah memohon hujan tersebut masih disampaikan secara lisan dan belum melalui surat edaran resmi. Namun, kesadaran di tingkat daerah sudah mulai tumbuh, terbukti dengan Kabupaten Ogan Ilir yang telah lebih dulu menggelar salat istisqa.
Sebagaimana diwartakan, selain ikhtiar spiritual ini, tim gabungan tetap bersiaga penuh di lapangan. Patroli intensif di kawasan rawan kebakaran serta pengerahan helikopter untuk water bombing terus dilakukan demi menekan angka kasus karhutla di Sumatra Selatan yang masih belum reda sepenuhnya.