Sebagaimana diwartakan, TNI turut mengambil langkah tegas dalam mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di wilayah Kalimantan melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca. Langkah taktis ini dilakukan demi menekan potensi bencana asap serta meluasnya area lahan yang terbakar di berbagai titik rawan.
Berdasarkan laporan media, dukungan tersebut diwujudkan dengan mengerahkan tiga unit pesawat Cassa-212 milik TNI Angkatan Udara ke sejumlah daerah strategis. Salah satu pesawat dengan nomor lambung A-2105 disiagakan di Pangkalan Udara Dhomber, Balikpapan, untuk mengamankan wilayah Ibu Kota Nusantara.
Sementara itu, dua pesawat lainnya yakni A-2117 dan A-2103 disebar masing-masing untuk memperkuat operasi di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan bentuk sinergi terpadu antara TNI bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, aksi darurat juga dilakukan oleh jajaran TNI di lapangan yang bergerak cepat memadamkan kemunculan titik api di kawasan lahan gambut Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Pemadaman ini langsung dipimpin oleh Komandan Kodim 1011/Kuala Kapuas, Letkol Inf Deky Febrianto, bersama tim Satgas gabungan.
Mengutip pernyataan Komandan Kodim 1011/Kuala Kapuas, Letkol Inf Deky Febrianto, pihaknya menegaskan bahwa jajaran militer harus selalu berada di garis terdepan dalam menghadapi bencana alam demi melindungi masyarakat luas. "Kami TNI tidak bisa hanya duduk di kantor. Begitu ada laporan titik api, kami harus paling depan. Ini tugas kita bersama untuk menyelamatkan hutan, masyarakat, dan mencegah kabut asap," ujarnya.