Bencana kebakaran hutan dan lahan yang melanda Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, menunjukkan eskalasi yang semakin mengkhawatirkan. Sebagaimana diwartakan, luas lahan yang hangus terbakar kini telah menembus angka 415,51 hektare dengan sebaran hingga mencapai 72 titik lokasi berbeda.
Mengutip laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, intensitas kemunculan titik api mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Jika sebelumnya hanya terpantau dua hingga tiga titik saja dalam sehari, kini jumlahnya melonjak drastis hingga mencapai sembilan sampai sepuluh titik setiap harinya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kubar, Suwalas Daya Guna, mengungkapkan bahwa hampir seluruh kecamatan di wilayah tersebut kini terdampak. Kendati demikian, dua wilayah yakni Kecamatan Barong Tongkok dan Kecamatan Damai menjadi titik yang paling diwaspadai karena luasnya dampak yang ditimbulkan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan penjelasan Suwalas, proses pemadaman di lapangan menghadapi tantangan berat akibat sulitnya medan serta jarak tempuh yang jauh. "Di Kecamatan Damai masih ada yang belum bisa dipadamkan karena jarak tempuh dan medan di sana susah untuk akses menuju titik api. Apinya sudah mulai menjalar ke dalam, jadi akses menuju ke dalam ini yang kita masih kesulitan," ujarnya.
Selain terkendala medan yang terjal, tim gabungan juga dihadapkan pada persoalan terbatasnya pasokan air bersih di sekitar lokasi kebakaran. Berbeda dengan wilayah lainnya, sumber air yang diandalkan di Kecamatan Damai berasal dari kawasan Sungai Kedang Pahu karena jaraknya yang lebih memungkinkan untuk operasional pemadaman.
Dikutip dari laporan lapangan, perluasan kebakaran juga melanda kawasan penting seperti area danau di Tanjung Isuy serta wilayah Jempang yang mencatat penambahan luas lahan terbakar belasan hektare per harinya. Kondisi ini diperparah dengan kerusakan armada kendaraan pemadam milik petugas yang mengalami gangguan teknis.
Meskipun kabut asap belum sampai mengganggu jarak pandang secara masif, potensi perburukan kualitas udara tetap diwaspadai jika penanganan tidak segera dioptimalkan. BPBD Kubar bersama unsur TNI dan Polri terus berjibaku di lapangan guna melokalisir api agar tidak merambah ke permukiman warga maupun wilayah kecamatan lainnya.