Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengingatkan pentingnya momentum puncak bonus demografi saat membuka acara perkemahan pemuda dan remaja Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di Desa Pinilih, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada kesiapan generasi muda dalam menyambut peluang besar ini.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →"Setiap saya hadir di acara-acara kepemudaan, berulang kali saya sampaikan bahwa tahun 2030 sampai 2045, Indonesia akan mengalami puncak bonus demografi," ujar Wapres Gibran di Minahasa Utara, Senin.
Wapres menjelaskan bahwa pada periode tersebut, lebih dari 68 persen penduduk Indonesia akan berada pada usia produktif. Fenomena demografi yang luar biasa ini diketahui hanya akan terjadi satu kali dalam sejarah suatu bangsa, sehingga memerlukan persiapan yang matang dari berbagai pihak.
"Saya titip, bapak pendeta, ibu pendeta, pak gubernur dan pak bupati, sangat penting untuk anak-anak muda dapat mempersiapkan diri, baik dari sisi kapabilitas, kemampuan teknis, keimanan, karakter, serta kecintaan terhadap tanah air, sehingga anak muda Indonesia memiliki daya saing yang tinggi," lanjutnya.
Selain membahas kesiapan kapasitas diri, Wapres Gibran juga berpesan kepada para remaja dan pemuda peserta perkemahan agar senantiasa menjaga persatuan di tengah kemajemukan bangsa. Ia mengingatkan agar para pemuda tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong serta mampu merawat nilai-nilai toleransi.
"Jangan jadikan perbedaan sebagai pemecah belah, jangan mudah terprovokasi, jangan mudah percaya kabar bohong," tegas Wapres sambil mengajak peserta untuk saling menguatkan dan menjaga stabilitas negara.
Acara pembukaan perkemahan regional pemuda dan remaja GPdI Sulut ini turut dihadiri oleh pengurus pusat dan daerah GPdI, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, jajaran Forkopimda, serta ribuan peserta dari berbagai wilayah.