Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menunjukkan tren pelemahan pada perdagangan jelang akhir pekan ini. Mata uang Garuda tersebut terpantau berada di level Rp18.069 per dolar AS setelah mengalami koreksi tipis sebesar 0,08%.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pelemahan rupiah ini sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga mengalami tekanan. Kondisi tersebut tidak lepas dari penguatan indeks dolar AS yang naik tipis ke level 100,9 pasca keputusan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.
Sebelumnya, The Fed secara resmi memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5% hingga 3,75%. Keputusan tersebut langsung direspon oleh para pelaku pasar global dan turut memicu pergerakan di pasar keuangan domestik.
Selain faktor eksternal dari kebijakan moneter Amerika Serikat, para pengamat pasar keuangan menilai bahwa rupiah juga masih dibayangi oleh berbagai sentimen domestik dan global. Beberapa di antaranya meliputi tingginya harga minyak dunia serta kekhawatiran investor terhadap stabilitas nilai tukar dalam jangka pendek.