Sejumlah investor institusi global kembali menunjukkan minatnya terhadap saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Setelah rilis laporan kinerja paruh pertama 2026, BlackRock Inc, Vanguard Group, dan FMR LLC (Fidelity) terpantau meningkatkan kepemilikan mereka di emiten perbankan terbesar di Indonesia ini.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan data terminal Bloomberg per Selasa (28/7/2026), aksi akumulasi ini terjadi di tengah fundamental perseroan yang tetap solid. BBCA mencatat pertumbuhan laba dan penyaluran kredit yang mencetak rekor baru pada semester I-2026, sehingga menarik minat para raksasa investasi global.
BlackRock Inc menjadi salah satu investor yang paling agresif dalam melakukan akumulasi. Kepemilikan raksasa manajer investasi asal AS ini naik dari 1,87 miliar saham pada kuartal II-2026 menjadi 1,90 miliar saham pada kuartal III-2026, atau bertambah sekitar 29,62 juta saham.
Dengan tambahan tersebut, nilai kepemilikan BlackRock di BBCA kini mencapai Rp11,84 triliun. Adapun cost basis atau harga perolehan rata-rata saham BBCA oleh BlackRock berada di kisaran Rp4.770 per saham.
Langkah Vanguard dan Fidelity juga tak kalah menarik. Kedua investor institusi global ini turut menambah porsi kepemilikan mereka, menandakan keyakinan yang kuat terhadap prospek jangka panjang BBCA di tengah dinamika pasar keuangan domestik dan global.
Analis menilai aksi akumulasi ini menjadi sinyal positif bagi pasar saham Indonesia, khususnya sektor perbankan. Kepercayaan investor asing terhadap BBCA dinilai dapat mendorong sentimen positif dan meningkatkan likuiditas saham di bursa.