Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 yang mencapai 5,29 persen kembali memicu perdebatan mengenai efektivitas konsep pembangunan Indonesia sentris yang selama ini digaungkan pemerintah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, mesin utama perekonomian nasional terbukti masih sangat bergantung pada wilayah Pulau Jawa.
Berdasarkan pengamatan Kabayan News, dominasi Pulau Jawa terlihat jelas dari kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto nasional yang mencapai angka 56,47 persen. Kondisi tersebut menunjukkan struktur ekonomi domestik belum mengalami perubahan signifikan meski proyek infrastruktur luar Jawa telah masif dibangun.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDirektur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan sektor perdagangan serta industri yang berperan sebagai motor penggerak utama masih terpusat di Pulau Jawa. Melemahnya sektor komoditas pertambangan serta tekanan pada industri hilirisasi turut memperkuat konsentrasi ekonomi di wilayah tersebut.
Sementara itu, Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI, Teuku Riefky menilai ketimpangan ekonomi antardaerah merupakan persoalan klasik yang memerlukan langkah strategis lanjutan dari pemerintah. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto didorong mempercepat pembangunan infrastruktur serta kawasan industri baru di luar Jawa.
Pemberian insentif fiskal dan regulasi yang menarik bagi para investor juga dipandang krusial agar pusat-pusat manufaktur baru segera tumbuh merata. Dengan demikian, cita-cita pemerataan ekonomi nasional tidak sekadar menjadi slogan belaka di masa mendatang.