Harga ayam potong di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, mengalami lonjakan yang cukup signifikan hingga menembus angka Rp 42.000 per kilogram. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (3/8/2026), kenaikan ini terjadi di tengah terbatasnya pasokan dari Medan, Sumatera Utara, yang menjadi pemasok utama komoditas tersebut.
Di tingkat pedagang, harga ayam potong yang sebelumnya berada di kisaran Rp 30.000 per kilogram kini melonjak drastis hingga mencapai Rp 38.000 sampai Rp 42.000 per kilogram. Kenaikan harga ini sudah berlangsung sejak beberapa hari terakhir dan dirasakan langsung oleh para pelaku usaha di sektor kuliner dan masyarakat umum.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSalah seorang tauke ayam potong di Aceh Tenggara, Juandi, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini disebabkan oleh menipisnya stok pasokan dari Medan. "Stok ayam potong dari Medan saat ini semakin menipis, sementara permintaan terus meningkat. Kebutuhan tersebut datang dari berbagai sektor, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga para pelaku usaha kuliner seperti penjual ayam penyet dan ayam goreng," ujar Juandi saat ditemui di Kutacane.
Senada dengan Juandi, pedagang ayam potong di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Bukhari Budiman, menyebutkan bahwa kenaikan sekitar Rp 8.000 per kilogram ini sempat menyebabkan kekurangan stok di pasaran. "Saat ini di tingkat eceran harganya mencapai Rp 38.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 30.000. Stok di pasaran bahkan sempat mengalami kekurangan karena pasokan dari Sumatera Utara masih dalam perjalanan menuju Aceh Tenggara," jelas Bukhari.
Permintaan MBG dan Kuliner Picu Kelangkaan Stok Ayam
Kondisi ini cukup mengkhawatirkan mengingat ayam potong merupakan salah satu bahan pangan pokok yang banyak dikonsumsi masyarakat. Lonjakan harga ini tidak hanya berdampak pada daya beli masyarakat, tetapi juga mempengaruhi biaya operasional para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di sektor kuliner di wilayah Aceh Tenggara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan pasokan ayam potong dari Medan akan kembali normal dan harga dapat stabil. Para pedagang berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah antisipatif untuk mengatasi kelangkaan pasokan dan menekan lonjakan harga yang memberatkan masyarakat ini.
Kenaikan harga ayam potong di Aceh Tenggara tidak terlepas dari tingginya permintaan yang datang dari berbagai sektor. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah menjadi salah satu faktor peningkatan konsumsi, di samping kebutuhan dari para pelaku usaha kuliner seperti rumah makan dan penjual ayam goreng.
Juandi menjelaskan bahwa lonjakan permintaan ini terjadi secara bersamaan dengan menurunnya pasokan dari Medan. Kondisi ini menciptakan ketidakseimbangan antara stok yang tersedia dan kebutuhan pasar, sehingga mendorong harga naik secara tajam dalam waktu singkat.