Kinerja penanaman modal di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menunjukkan tren pelemahan pada paruh pertama tahun ini. Dewan Nasional KEK melaporkan total realisasi investasi sepanjang semester I-2026 hanya menyentuh angka Rp32 triliun.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Perolehan tersebut mengalami koreksi tajam sebesar 21% jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu. Pada semester I-2025, realisasi investasi di wilayah strategis ini sempat menembus angka Rp40,48 triliun.
Meskipun mengalami penurunan, aliran modal yang masuk pada semester pertama tahun ini didominasi oleh penanaman modal asing atau PMA yang menyumbang Rp24 triliun. Sementara itu, sisanya berasal dari penanaman modal dalam negeri atau PMDN sebesar Rp8 triliun, yang sekaligus sukses menyerap dan menciptakan 34.162 lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Menanggapi dinamika tersebut, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, Susiwijono Moegiarso, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas iklim usaha agar tetap kondusif di tengah ketidakpastian global.
"Kepercayaan investor tidak hanya dibangun melalui insentif, tetapi juga melalui kepastian regulasi, penyelesaian hambatan secara cepat, dan komunikasi yang konsisten antara pemerintah dengan dunia usaha," ujar Susiwijono dalam keterangannya.
Kendati sektor KEK mengalami kontraksi, capaian investasi secara nasional secara keseluruhan masih mencatatkan tren yang positif di tengah bayang-bayang tekanan ekonomi global. Hingga kuartal II-2026, total realisasi investasi nasional bahkan tercatat melesat hingga mencapai Rp1.010,6 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 7,2% secara tahunan.