Kasus dugaan pelanggaran finansial Manchester City belum menunjukkan tanda-tanda rampung setelah bergulir lebih dari 3 tahun sejak pertama kali mencuat pada Februari 2023. Premier League chief executive Richard Masters mengakui penantian panjang terhadap putusan akhir ini memakan waktu jauh melebihi perkiraan awal.
Pernyataan tersebut disampaikan Masters saat berbicara kepada Sky News pada acara peluncuran musim 2026/2027 pada Selasa, 19 Agustus 2026. Ia menegaskan aturan kerahasiaan yang berlaku ketat membuat pihak penyelenggara liga tidak dapat memberikan rincian lebih lanjut ataupun bocoran jadwal pengumuman vonis.
"Tidak ada lagi yang bisa saya tambahkan karena aturan kami sangat jelas mengenai hal tersebut. Saya harus menjaga semuanya tetap rahasia sampai kami siap mengumumkan keputusan secara terbuka," ujar Masters dalam keterangannya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSidang independen yang melibatkan tiga orang anggota komisi telah merampungkan dengar pendapat selama 12 minggu antara September hingga Desember 2024. Kendati demikian, hingga hampir dua tahun berselang sejak sidang tersebut usai, putusan resmi dari komisi independen belum juga dirilis ke publik.
Dugaan Lebih Dari 100 Pelanggaran Finansial Melibatkan Manchester City
Manchester City dihadapkan pada lebih dari 100 dugaan pelanggaran aturan finansial yang mencakup rentang waktu sembilan tahun dari 2009 hingga 2018. Berdasarkan catatan Premier League, tuduhan tersebut mencakup kegagalan klub dalam memberikan laporan keuangan akurat serta tidak kooperatif selama proses investigasi.
Pihak klub berjuluk The Citizens tersebut secara konsisten menolak seluruh tuduhan dan membantah melakukan kesalahan apa pun selama periode tersebut. Di sisi lain, komisi independen masih memegang penuh tanggung jawab untuk memeriksa fakta-fakta persidangan dan merumuskan keputusan akhir yang adil.
Richard Masters juga menepis anggapan bahwa dirinya merasa kesal kepada komisi independen atas lambatnya proses investigasi dan penjatuhan sanksi. Menurutnya, komisi memerlukan ruang serta waktu yang cukup leluasa untuk merampungkan tugas besar mereka secara komprehensif.
"Peran Premier League adalah mengajukan tuduhan ketika bukti dinilai cukup di hadapan komisi independen guna menemukan kebenaran. Proses ini tidak boleh dibatasi oleh durasi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik akhir," tutup Masters.