Pemerintah Korea Selatan berencana melanjutkan kembali pengerjaan proyek jalur kereta api yang menghubungkan wilayah perbatasan hingga kawasan timur Korea Utara di Wonsan. Keputusan tersebut diambil untuk menghidupkan kembali proyek transportasi lintas batas yang sempat mangkrak selama sepuluh tahun akibat ketegangan diplomatik.
Berdasarkan laporan Kementerian Unifikasi, Menteri Chung Dong-young menyatakan bahwa Seoul akan mulai merestorasi bagian jalur Gyeongwon yang terputus di dekat Zona Demiliterisasi. Berdasarkan analisis awak media, langkah strategis ini bertujuan memajukan pariwisata kawasan perbatasan serta menggerakkan roda perekonomian lokal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePresiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengakui bahwa upaya merangkul kembali Pyongyang merupakan tantangan berat di tengah sikap tertutup rezim tetangga tersebut. "Upaya ini mungkin terasa seperti berteriak ke dalam ruang hampa, tetapi perdamaian dan koeksistensi tetap menjadi tugas penting yang harus dikejar," ungkapnya dalam sesi pengarahan kenegaraan.
Selain melanjutkan proyek rel kereta, pemerintah setempat turut mengusulkan perluasan pemanfaatan Dana Kerjasama Antar-Korea untuk membiayai berbagai inisiatif domestik. Kebijakan tersebut ditempuh mengingat minimnya penyerapan dana dalam satu dekade terakhir akibat penghentian program-program pertukaran bilateral.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Cho Hyun menyampaikan bahwa dialog multilateral dengan melibatkan Washington dan Beijing masih menemui jalan buntu akibat sikap Pyongyang. Kendati demikian, pemerintah terus membuka jalur komunikasi serta memprioritaskan penyelesaian isu keamanan regional dalam forum diplomasi internasional.