Shareholder value atau yang kerap disebut sebagai maksimalisasi nilai pemegang saham merupakan sebuah istilah bisnis yang menempatkan tujuan utama perusahaan pada upaya menggenjot kekayaan para pemiliknya. Hal ini biasanya diwujudkan melalui pembagian dividen yang menarik serta lonjakan harga saham di pasaran.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Konsep ini pertama kali populer dalam praktik manajemen bisnis pada era 1990-an dan melahirkan pendekatan tata kelola perusahaan yang dikenal sebagai value-based management. Kendati demikian, akar teoretis dari konsep ini sebenarnya sudah dapat dilacak sejak abad ke-18 seiring dengan revolusi industri di Inggris.
Ekonom kenamaan Milton Friedman turut memperkuat doktrin ini melalui esainya pada tahun 1970 yang menyatakan bahwa satu-satunya tanggung jawab sosial sebuah bisnis adalah meningkatkan keuntungannya. Pandangan tersebut kemudian didukung oleh literatur ekonomi seperti teori agensi yang membedah hubungan antara prinsipal dan agen dalam korporasi.
Meski mendominasi dunia korporasi global selama berdekade-dekade, model shareholder value tidak lepas dari sorotan tajam dan kritik. Sejumlah ahli ekonomi menilai bahwa fokus berlebihan pada nilai pemegang saham sering kali mengabaikan kesejahteraan pihak lain seperti karyawan, pelanggan, hingga kelestarian lingkungan.
Kritik lainnya menyoroti praktik pembelian kembali saham atau stock buyback serta kompensasi eksekutif yang kerap dikaitkan langsung dengan harga saham jangka pendek. Hal tersebut dinilai berpotensi memicu ketimpangan ekonomi dan mengorbankan investasi jangka panjang demi keuntungan instan.