Kabayan News Kabayan News
/home / nasional / Profil Cheetham Manchester, Kawasan...
NASIONAL

Profil Cheetham Manchester, Kawasan Multietnis dengan Sejarah Panjang

By Redaksi Kabayan News • 5 min read • 31 Juli 2026
Cheetham Hill Road, pusat aktivitas multietnis di Manchester dengan pasar global dan tempat ibadah

Cheetham Hill Road, pusat aktivitas multietnis di Manchester dengan pasar global dan tempat ibadah

Cheetham, sebuah kawasan inner-city di Manchester, Inggris, menyimpan sejarah yang membentang dari era Neolitikum hingga menjadi simbol keberagaman budaya. Terletak sekitar 2,3 kilometer di utara pusat kota Manchester, kawasan ini kini dihuni oleh 22.562 jiwa berdasarkan sensus 2011. Nama Cheetham sendiri berasal dari gabungan kata Brittonik "coed" yang berarti hutan dan bahasa Inggris kuno "ham" yang berarti pemukiman.

Sejarah Cheetham tercatat sejak 1212 ketika kawasan ini disebut sebagai tanah thegnage dengan nilai satu mark yang dibayarkan kepada Raja John dari Inggris. Kawasan ini tidak disebutkan dalam Domesday Book 1086, tetapi temuan alat Neolitikum di Cheetham Hill membuktikan adanya penghunian sejak 7.000 hingga 10.000 tahun lalu. Selama abad pertengahan, Cheetham berkembang sebagai township di paroki Manchester dan hundred Salford.

Revolusi Industri membawa perubahan besar bagi Cheetham. Kawasan ini mengalami urbanisasi masif dan menjadi pusat pemrosesan tekstil. Pada 1838, Cheetham digabungkan ke dalam Borough of Manchester, dan pada 1896 menjadi bagian dari North Manchester. Balai Kota Cheetham yang selesai dibangun pada 1855 menjadi saksi bisu kejayaan kawasan ini sebagai pusat administrasi.

Keberagaman etnis menjadi ciri khas Cheetham. Gelombang imigrasi pertama datang dari Irlandia pada pertengahan abad ke-19 yang melarikan diri dari Great Famine, dan kini kawasan ini menjadi lokasi Irish World Heritage Centre. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, komunitas Yahudi dari Eropa daratan menetap di sini, membangun sembilan sinagoge yang menjadi pusat kehidupan keagamaan mereka.

Gelombang imigrasi berikutnya datang dari Pakistan dan Karibia pada 1950-an dan 1960-an, diikuti oleh imigran dari Afrika, Eropa Timur, dan Timur Jauh. Keberagaman ini tercermin di Cheetham Hill Road yang dipenuhi dengan gereja, masjid, sinagoge, dan kuil, serta pasar yang menjual berbagai makanan dan barang dari seluruh dunia.

Cheetham juga menjadi saksi lahirnya ikon bisnis ritel dunia. Michael Marks, seorang imigran Yahudi, bersama Thomas Spencer membuka toko pertama Marks and Spencer di Cheetham Hill Road pada 1893. Kantor pusat pertama perusahaan ini dibangun di Derby Street pada 1901. Di sisi lain, Joseph Holt's Brewery yang didirikan pada 1860 di Empire Street menjadi salah satu pabrik bir tertua di kawasan ini.

Di bidang keagamaan, Gereja St Chad yang dibuka pada 1847 menjadi pusat ibadah Katolik Roma. Gereja-gereja Anglikan seperti St Mark's (1794), St Luke's (1839), dan St John Evangelist's (1871) karya arsitek Paley & Austin memperkaya arsitektur kawasan. Pemakaman Wesleyan Methodist di Thomas Street yang ditutup pada 1966 kini menjadi taman peringatan setelah sekitar 20.000 jenazah diekshumasi untuk pembangunan supermarket Tesco.

Kawasan ini memiliki Museum Transportasi Manchester di Boyle Street, yang menjadi bagian dari depot bus Queen's Road. Museum ini menyimpan koleksi kendaraan transportasi umum yang pernah beroperasi di Manchester dan menjadi daya tarik bagi wisatawan serta pecinta sejarah transportasi.

Secara politik, Cheetham saat ini merupakan bagian dari konstituensi parlemen Manchester Central yang diwakili oleh Lucy Powell dari Partai Buruh sejak 2012. Menariknya, Winston Churchill pernah menjadi anggota parlemen Liberal untuk kawasan ini di awal karier politiknya sebelum kembali ke Partai Konservatif. Tiga dewan yang mewakili ward ini adalah Shazia Butt, Shaukat Ali, dan Naeem Hassam, semuanya dari Partai Buruh.

Pada 2011, populasi Cheetham mencapai 22.562 jiwa atau 4,2 persen dari total populasi Manchester. Sebanyak 68,5 persen properti diklasifikasikan sebagai milik pribadi dan 31,5 persen sebagai perumahan sosial. Harga rumah di kawasan ini masih berada di bawah rata-rata Manchester, menjadikannya salah satu daerah yang relatif terjangkau di kota tersebut.

Cheetham juga pernah menjadi pusat konflik pada era Madchester, ketika perang geng memperebutkan pasar narkotika di pusat kota Manchester. Dua kelompok utama yang terlibat adalah Cheetham Hill Gang dan Gooch Close Gang dari Cheetham Hill dan Moss Side. Meski masa kelam tersebut telah berlalu, Cheetham kini dikenal sebagai kawasan yang hidup dengan komunitas multietnis yang saling berdampingan.

Topics
cheetham manchester cheetham hill sejarah manchester imigran manchester marks and spencer museum transportasi manchester komunitas yahudi manchester lucy powell joseph holt brewery
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.