Sebagaimana diwartakan oleh media ekonomi internasional, situasi finansial di Eropa kembali bergejolak setelah indikator suku bunga Euribor melewati batas psikologis 3 persen. Kondisi ini langsung memicu kekhawatiran di kalangan pemilik kredit pemilikan rumah atau KPR dengan skema suku bunga variabel.
Menanggapi situasi tersebut, ekonom terkemuka sekaligus anggota Dewan Ekonomi dan Sosial, Pau A. Monserrat, memberikan peringatan keras kepada para debitur. Menurut laporan media, Monserrat menyarankan agar masyarakat tidak pernah mengambil keputusan finansial secara terburu-buru atau didorong oleh rasa takut.
Mengutip saran sang ekonom, mengubah skema KPR dari variabel ke tetap tidak boleh dilakukan hanya dengan mendengarkan anjuran sepihak dari direktur bank. "Kita tidak boleh melakukannya dengan terburu-buru, rasa takut, dan hanya mendengarkan pihak bank saja," ungkap Monserrat dalam keterangannya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMonserrat juga menambahkan bahwa keputusan mengubah jenis KPR sangat bergantung pada kondisi keuangan masing-masing rumah tangga. Debitur yang memiliki ruang finansial longgar dinilai masih mampu menghadapi fluktuasi suku bunga tanpa harus buru-buru beralih ke suku bunga tetap.