Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM mengungkapkan bahwa PT Sarulla Operations Ltd menyiapkan investasi baru sekitar US$270 juta atau setara dengan Rp4,8 triliun. Langkah ini diambil guna mengembalikan kapasitas produksi listrik pembangkit listrik tenaga panas bumi atau PLTP Sarulla yang mengalami penurunan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memaparkan bahwa kapasitas terpasang fasilitas tersebut sebenarnya mencapai 330 megawatt atau MW. Namun, produksi listrik saat ini merosot tajam menjadi sekitar 220 MW akibat adanya kendala di lapangan.
Menurut Yuliot, penurunan pasokan daya tersebut dipicu oleh berkurangnya tekanan uap atau steam pada area panas bumi. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan tambahan injeksi modal yang masif untuk memulihkan performa optimal pembangkit tersebut.
"Secara instalasi peralatan itu 330 MW, tetapi ada penurunan tekanan steam di panas bumi sehingga kapasitasnya menjadi 220 MW. Jadi, bagaimana kita mengembalikan kapasitasnya ke 330 MW harus ada tambahan investasi baru," ujar Yuliot saat melakukan kunjungan kerja di PLTP Sarulla, Tapanuli Utara.