Reli indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan investor menjadi salah satu topik utama dalam diskusi POV Talks edisi terbaru. Di tengah euforia pasar, perang global dan pergerakan nilai tukar rupiah turut menjadi sorotan karena dinilai sangat memengaruhi arah pergerakan pasar modal Tanah Air.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Para pengamat menilai rotasi investasi global yang mulai beralih dari saham teknologi ke saham value membuka peluang besar bagi aliran modal asing masuk ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Namun, kondisi likuiditas domestik yang masih ketat akibat tingginya imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dinilai menjadi penghambat utama.
Selain itu, lemahnya permintaan kredit perbankan serta ketidakpastian di sisi fiskal dan stabilitas nilai tukar rupiah masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan. Kombinasi faktor ini menciptakan dinamika yang cukup kompleks bagi para pelaku pasar.
Dalam diskusi yang tayang di kanal YouTube Bloomberg Technoz, Host Houtmand Saragih dan Maria Sarjana berbincang dengan dua narasumber ahli. Mereka adalah Co-founder Pasardana, Hans Kwee, dan Head of Research Panin Sekuritas, Nico Laurens, yang membedah peluang dan risiko di tengah volatilitas yang masih tinggi.
Para ahli pun mengingatkan investor untuk tetap bijak dalam mengambil keputusan. Fokus membangun portofolio yang stabil dan berorientasi jangka panjang dinilai sebagai strategi paling rasional di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian global dan domestik.