Saham perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX (SPCX), kembali tertekan pada perdagangan Rabu (29/7) dan membalikkan rebound yang terjadi sehari sebelumnya. Aksi jual terjadi di tengah pelemahan pasar saham dan sektor teknologi secara umum, serta meningkatnya kehati-hatian investor menjelang laporan laba kuartal II SpaceX yang pertama.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Saham SpaceX ditutup turun 3,3 persen pada hari Rabu ke level terendah penutupan di 112,55 dolar AS, menghapus penguatan yang terjadi pada hari Selasa. Sepanjang perjalanannya, saham emiten yang baru melantai di bursa itu telah kehilangan sekitar 30 persen dari harga IPO perdana di 150 dolar AS. Jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa di 225,64 dolar AS, saham SpaceX sudah ambles hingga 50 persen.
Tekanan pada saham SpaceX terjadi seiring dengan pelemahan pasar yang lebih luas. Indeks S&P 500 turun 0,8 persen dan Nasdaq terpangkas 1 persen, dengan saham-saham semikonduktor menjadi penekan utama. Kondisi makro ekonomi yang tidak pasti dan sinyal hawkish dari The Fed turut memperburuk sentimen investor terhadap saham-saham berisiko tinggi seperti SpaceX.
Kekhawatiran semakin memuncak menjelang laporan laba kuartal II SpaceX yang dijadwalkan rilis pada 4 Agustus mendatang. Selain itu, investor juga cemas dengan pembukaan lockup saham pada 6 Agustus yang membebaskan sebanyak 20 persen saham perusahaan dari rencana lockup. Potensi banjir pasokan saham baru ini dinilai dapat semakin menekan harga saham di pasar sekunder.
Penjualan kembali terjadi hanya beberapa hari setelah Starship sukses menjalani uji terbang ke-13 pada Jumat malam dari Starbase, Texas. Ini merupakan uji terbang pertama sejak SpaceX melakukan IPO pada bulan Juni lalu. Dalam uji coba tersebut, Starship berhasil mengerahkan 20 satelit Starlink V3 generasi terbaru, menyalakan kembali mesin di luar angkasa, dan melakukan pendaratan di laut yang disebut sebagai yang paling lembut oleh SpaceX.
SpaceX kini sudah mengincar upaya pertama untuk menangkap tahap atas Starship dengan menara "Mechazilla" di Starbase yang sebelumnya sudah berhasil menangkap pendorong Super Heavy yang lebih besar. CEO Elon Musk memposting di media sosial bahwa kecuali ditemukan masalah setelah peninjauan data misi, SpaceX akan mencoba menangkap Starship dengan menara pada penerbangan berikutnya. Deutsche Bank memperkirakan target jendela untuk Penerbangan 14 adalah pada akhir Agustus atau September.
Analis Deutsche Bank, Edison Yu, memberikan rekomendasi Beli untuk saham SpaceX dengan target harga 255 dolar AS, yang mengindikasikan potensi kenaikan hampir 130 persen dari harga saat ini. Namun, target optimistis ini pun tampaknya belum mampu menghentikan aksi jual yang terjadi.
Penurunan saham terjadi di tengah langkah agresif SpaceX yang semakin mengandalkan Starship dengan mengorbankan Falcon 9 yang merupakan mesin penghasil uang yang sudah terbukti. Menurut laporan Bloomberg, SpaceX telah mulai menolak operator satelit yang mencari layanan Falcon 9 khusus di luar tahun 2028, berhenti menerima reservasi rideshare Falcon 9, dan menghentikan produksi beberapa komponen Falcon 9 dan Falcon Heavy yang tidak dapat digunakan kembali.
Keputusan strategis untuk mengorbankan Falcon 9 demi Starship dinilai berisiko oleh sejumlah analis. Meskipun Starship menjanjikan kapasitas angkut yang jauh lebih besar dan biaya peluncuran yang lebih rendah, transisi ini membutuhkan waktu dan investasi yang besar. Investor khawatir laba jangka pendek SpaceX akan terganggu akibat peralihan fokus bisnis ini.