Profil Putera Sampoerna mencerminkan perjalanan panjang salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di Indonesia dari generasi ketiga keluarga Sampoerna. Lahir pada 13 Oktober 1947, ia merupakan putra dari pasangan Liem Swie Ling dan cucu dari Liem Seeng Tee yang merintis fondasi awal perusahaan rokok legendaris di tanah air. Latar belakang pendidikan internasional ditempuh di Hong Kong, Australia, hingga Amerika Serikat sebelum ia kembali ke tanah air.
Perjalanan karier bisnis dimulai secara penuh ketika ia bergabung dengan operasional PT HM Sampoerna Tbk pada tahun 1980 di Surabaya. Kepemimpinan puncak dipegangnya sejak tahun 1986 setelah menerima estafet dari sang ayah, Aga Sampoerna. Di bawah arahannya, perusahaan melakukan inovasi besar dengan memelopori produk rokok rendah tar dan nikotin melalui merek terkenal A Mild pada tahun 1989.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis awak media, langkah paling mengejutkan diambil pada tahun 2005 ketika keluarga Sampoerna memutuskan menjual seluruh saham PT HM Sampoerna Tbk kepada Philip Morris International. Meskipun perusahaan berada dalam performa finansial gemilang, keputusan strategis tersebut diambil demi membuka lembaran baru melalui pendirian Sampoerna Strategic Group sebagai kendaraan investasi di berbagai sektor usaha.
Di luar dunia korporasi rokok, kiprah sosial dicatatkan melalui pendirian Putera Sampoerna Foundation pada tahun 2001 untuk memajukan sektor pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Kontribusi nyata dalam dunia internasional diganjar penghargaan bergengsi dari pemerintah Amerika Serikat berkat upaya peningkatan kerja sama pendidikan tinggi. Hingga kini, pengaruh besar sang tokoh tetap terasa dalam peta perekonomian modern Indonesia.