Indeks risiko pais mengalami lonjakan signifikan hingga menembus level 532 basis poin, yang merupakan angka tertinggi sejak pertengahan bulan Mei lalu. Sebagaimana diwartakan oleh media TN, kenaikan sebesar 15 unit dari penutupan sebelumnya ini didorong oleh kombinasi tekanan dari faktor internasional maupun domestik.
Berdasarkan laporan para analis pasar dari Rava, kenaikan indikator keluaran JP Morgan tersebut dipengaruhi oleh dinamika suku bunga obligasi jangka panjang Amerika Serikat serta volatilitas imbal hasil obligasi global. Selain itu, sentimen domestik turut memperburuk situasi di mana kurva obligasi mengalami tekanan koreksi di tengah persiapan pemerintah menghadapi jatuh tempo utang dalam jumlah besar.
Dampak dari kenaikan risiko pais ini langsung menjalar ke pasar keuangan internasional. Mengutip laporan media, sejumlah saham perusahaan asal Argentina yang diperdagangkan di Wall Street kompak mencatat zona merah dengan koreksi mencapai hingga 3 persen.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePelemahan terdalam dialami oleh beberapa emiten perbankan dan korporasi besar seperti Banco Macro dan BBVA yang mengalami penurunan harga saham cukup signifikan. Di sisi lain, indeks saham domestik S&P Merval bergerak tipis secara variatif di tengah sentimen kehati-hatian investor.
Sementara itu, pergerakan nilai tukar dolar terpantau relatif stabil di pasar resmi, namun instrumen dolar keuangan seperti kurs MEP dan contado con liquidacion menunjukkan tren kenaikan. Pemerintah dan pelaku pasar kini terus memantau ketat perkembangan ekonomi makro guna meredam volatilitas lanjutan.