Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / Sejarah Panjang BTN, Dari...
EKONOMI

Sejarah Panjang BTN, Dari Postspaarbank Hingga Tulang Punggung KPR

By Bambang Prasetyo • 3 min read • 9 Agustus 2026
Gedung kantor pusat Bank Tabungan Negara di Jakarta

Gedung kantor pusat Bank Tabungan Negara di Jakarta

PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk atau biasa disingkat menjadi BTN merupakan salah satu badan usaha milik negara Indonesia yang berfokus menyalurkan kredit pemilikan rumah. Perjalanan panjang lembaga keuangan ini bermula sejak masa kolonial Belanda dengan nama resmi Postspaarbank yang didirikan pada tanggal 16 Oktober 1897 di Jakarta.

Gedung pertama bank tersebut berdiri di kawasan Molenvliet West 1 yang kini dikenal sebagai Jalan Gajah Mada Nomor 1 dengan mengusung arsitektur khas Eropa. Minat masyarakat terhadap layanan perbankan yang terus meningkat mendorong manajemen memperluas jaringan operasional dengan membuka kantor cabang baru di berbagai kota besar seperti Makassar, Surabaya, dan Medan.

Perubahan lanskap politik nusantara berdampak langsung pada operasional bank ketika masa pendudukan tentara Jepang dimulai pada tahun 1942. Penguasa militer Jepang melikuidasi Postspaarbank dan mengubah namanya menjadi Kantor Tabungan Tjokin Kjokoe atau Biro Deposito sebelum akhirnya berhenti beroperasi menjelang akhir Perang Dunia II.

Pasca proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah mengambil alih institusi tersebut dan mengubah namanya menjadi Kantor Tabungan Pos di bawah kepemimpinan direktur pertama Darmosoetanto. Lembaga ini memainkan peran vital dalam sejarah awal kemerdekaan dengan memfasilitasi pertukaran uang pendudukan Jepang dengan Oeang Republik Indonesia.

Tonggak Sejarah Penugasan Penyaluran Kredit Perumahan Pertama

Dinamika politik dan ekonomi pasca kemerdekaan membawa bank ini melewati berbagai fase perubahan nama dan struktur organisasi yang cukup masif. Pemerintah Indonesia akhirnya menetapkan tanggal 9 Februari 1950 sebagai hari lahir resmi bank menyusul pemberlakuan Undang-Undang Darurat Nomor 9 Tahun 1950 mengenai perubahan status kelembagaan.

Transformasi penting terjadi pada tahun 1963 ketika perusahaan resmi berganti nama menjadi Bank Tabungan Negara di bawah pembinaan Menteri Urusan Bank Sentral. Setelah melewati masa konsolidasi perbankan nasional pada akhir dekade enam puluhan, pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1968 menetapkan kembali eksistensi BTN secara mandiri.

Peran strategis BTN sebagai motor pembiayaan perumahan nasional mulai mendapatkan landasan hukum yang kuat pada awal dekade tujuh puluhan. Pemerintah secara resmi menugaskan bank tersebut untuk mengelola dan menyalurkan kredit pemilikan rumah guna membantu masyarakat memiliki hunian layak.

Momentum bersejarah tercipta pada tanggal 10 Desember 1976 ketika akad kredit KPR pertama di Indonesia resmi ditandatangani untuk sepuluh pegawai Kantor Wilayah Agraria di Jawa Tengah. Penyaluran perdana tersebut melibatkan pengembang properti lokal di Semarang yang menandai babak baru industri perumahan nasional.

Topics
btn bank tabungan negara sejarah kpr perbankan bumn ekonomi properti
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.