Miliarder manajer dana Duquesne Capital Stanley Druckenmiller melakukan perombakan besar pada portofolionya dengan melepas kepemilikan saham di Micron NASDAQ MU dan Intel NASDAQ INTC. Langkah investor terkemuka Wall Street tersebut dilakukan pada kuartal II, bersamaan dengan keputusan untuk memborong saham baru di sektor kecerdasan buatan.
Dalam pergerakan terbarunya, Druckenmiller membuka posisi baru pada saham Advanced Micro Devices NASDAQ AMD serta raksasa teknologi Alphabet NASDAQ GOOGL. Langkah agresif ini menarik perhatian para pelaku pasar yang memantau strategi investasi sang miliarder di tengah gelombang disrupsi teknologi global.
Terkait keputusan melepas saham, Micron sebenarnya masih menikmati berkah dari siklus super memori yang mendongkrak pendapatan serta margin kotor perusahaan. Permintaan tinggi dari pembangunan infrastruktur pusat data kecerdasan buatan membuat pasar memori mengalami keterbatasan pasokan dengan valuasi saham Micron yang diperdagangkan pada rasio P/E masa depan sekitar 6,5.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebaliknya, keputusan menjual Intel diambil setelah perusahaan dinilai hanya terbawa arus lonjakan permintaan unit pemrosesan pusat atau CPU untuk pusat data tanpa adanya pemulihan bisnis pengecoran yang jelas. Dengan harga saham yang tidak lagi murah, posisi pada Intel dinilai sudah waktunya untuk dilepas tanpa penyesalan.
Strategi Investasi AI pada Saham AMD dan Alphabet
Pilihan Stanley Druckenmiller beralih ke Advanced Micro Devices karena perusahaan tersebut memimpin pasar CPU dengan pangsa pasar yang konsisten merebut posisi pesaingnya. Prosesor berinti tinggi buatan AMD dirancang khusus untuk menangani beban kerja kecerdasan buatan agen dengan proyeksi pasar mencapai 220 miliar dolar dalam beberapa tahun mendatang.
Selain itu, peluang besar menanti AMD di pasar inferensi kecerdasan buatan yang dinilai akan jauh melampaui pasar pelatihan kecerdasan buatan. Desain chiplet milik perusahaan memungkinkan pengemasan prosesor dengan memori lebih banyak yang sangat menguntungkan untuk efisiensi beban kerja inferensi.
Sementara itu, Alphabet dipilih karena dinilai sebagai pemain kecerdasan buatan paling lengkap di industri teknologi global saat ini. Raksasa teknologi tersebut mencatatkan pertumbuhan masif pada segmen komputasi awan serta memiliki keunggulan biaya melalui chip kecerdasan buatan kustom bernama Tensor Processing Units.
Dukungan distribusi global yang kuat melalui peramban Chrome, sistem operasi Android, serta jaringan iklan digital membantu Alphabet memonetisasi kecerdasan buatan jauh lebih baik dibanding pembuat model bahasa besar lainnya. Kombinasi ekosistem yang solid ini menjadikan Alphabet sebagai salah satu dari 10 kepemilikan saham teratas pilihan sang miliarder pada kuartal II.