Naïve mengamankan pendanaan Seri A sebesar USD 28,5 juta atau sekitar Rp456 miliar untuk mengembangkan infrastruktur otomatisasi pendirian dan pengelolaan bisnis menggunakan agen kecerdasan buatan. Putaran investasi dipimpin oleh Nexus Venture Partners bersama partisipasi Y Combinator serta sejumlah investor terkemuka lainnya.
Perusahaan rintisan ini menarik perhatian lebih dari 30.000 pengembang sejak peluncurannya karena kemampuannya menyederhanakan tugas administratif yang melelahkan. Melalui satu antarmuka pemrograman aplikasi (API), platform tersebut memungkinkan agen kecerdasan buatan mengurus pembentukan badan usaha, pengadaan surel, nomor telepon, hingga integrasi pembayaran secara otomatis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis tim redaksi, inovasi tersebut mencerminkan evolusi signifikan dalam pemanfaatan teknologi otonom untuk memangkas birokrasi operasional perusahaan. Pengamat media menilai langkah ini tidak hanya memudahkan para pendiri usaha rintisan, tetapi juga membuka peluang baru bagi pengembangan agen otonom di berbagai sektor industri.
CEO dan Co-Founder Naïve, Sean Dorje menyatakan dana segar tersebut akan dialokasikan untuk memperluas tim riset serta mengembangkan infrastruktur penting seperti efisiensi inferensi model dan lingkungan runtime tanpa peladen. Perusahaan berfokus menekan biaya operasional agen agar penyebaran teknologi otonom berskala besar menjadi lebih terjangkau bagi pelaku bisnis.