Volkswagen menghadapi ujian terberat sepanjang sejarah perusahaan setelah keluarga pemegang saham pengendali mendesak adanya perombakan besar-besaran demi membendung dominasi pabrikan asal Negeri Tirai Bambu. Raksasa otomotif asal Jerman ini dikabarkan berencana memangkas hingga 100.000 posisi pekerjaan guna menyelamatkan kondisi finansial perusahaan.
Berdasarkan laporan media, jumlah pemangkasan tenaga kerja tersebut melonjak dua kali lipat dari proyeksi sebelumnya di tengah merosotnya laba bersih serta beban biaya tarif ekspor yang semakin mencekik. Chairman Porsche SE, Hans Dieter Pötsch menegaskan bahwa Volkswagen saat ini berada di persimpangan jalan yang sangat menentukan masa depan bisnis mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Keputusan diambil Volkswagen sekarang akan menentukan masa depan. Demi perusahaan serta daya saing berkelanjutan, setiap pihak harus mengambil tanggung jawab," ujar Pötsch dalam keterangan resminya.
Porsche SE selaku pemegang saham mayoritas melalui kendali keluarga Porsche dan Piëch menyatakan dukungan penuh terhadap langkah restrukturisasi radikal tersebut. Mereka menilai efisiensi biaya dan pengurangan kapasitas berlebih merupakan keharusan mutlak agar perusahaan tidak tertinggal dari kompetitor global.
Tim analisis media mencatat bahwa tekanan finansial ini tecermin dari perolehan laba bersih setengah tahun Porsche SE yang mengalami penurunan sekitar 14,5 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya. CEO Volkswagen, Oliver Blume menambahkan bahwa perusahaan tidak lagi memiliki waktu dan telah bergerak cepat menjalankan strategi pemulihan.
"Kami memiliki satu tujuan tegas untuk mengamankan daya saing jangka panjang serta masa depan grup unik ini," ungkap Blume saat merespons tekanan pasar otomotif global yang semakin kompetitif.