Pesawat kepresidenan Amerika Serikat, Air Force One, kini tampil dengan wajah baru. Presiden Donald Trump terbang meninggalkan Michigan pada Senin (27/7/2026) menggunakan Boeing 757 yang telah dicat ulang dengan skema warna berbeda dari sebelumnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan dari jurnalis Los Angeles Times, Ana Ceballos, pesawat tersebut kini didominasi warna biru tua dengan garis emas dan aksen merah di bagian tertentu. Perubahan ini langsung menarik perhatian saat rombongan kepresidenan memasuki Oakland County International Airport di Michigan untuk menerbangkan Trump kembali ke Washington, D.C.
Skema warna anyar ini disebut-sebut menyerupai jet pribadi milik keluarga kerajaan Qatar yang pernah dihadiahkan kepada Trump. Kemiripan desain itu memicu spekulasi bahwa gaya kepresidenan kali ini terinspirasi dari hadiah mewah yang diterimanya di masa lalu.
Keberadaan pesawat dengan tampilan baru itu berbarengan dengan agenda politik Trump di Michigan. Sebelum lepas landas, presiden menyampaikan pidato di General Motors Milford Proving Ground, di mana ia menyoroti kondisi ekonomi dan menjanjikan pertumbuhan melalui kebijakan tarif yang agresif.
"Para pemimpin globalis dan kepentingan khusus telah menjual kalian, mengkhianati pekerja dan pabrik di negeri ini. Mereka membiarkan negara lain mencuri pekerjaan kalian, menjarah pabrik, dan merampok mahkota industri Amerika dari Detroit dan seluruh penjuru negeri," ujar Trump dalam pidatonya di hadapan para pekerja dan pendukung di Michigan.
Pernyataan itu menegaskan kembali sikap proteksionis yang selama ini menjadi ciri khas kebijakan ekonominya, terutama di negara bagian yang menjadi lumbung industri otomotif nasional. Trump mengeklaim bahwa tarif akan mengembalikan kejayaan manufaktur Amerika yang selama ini terkikis.
Perubahan warna Air Force One sendiri bukan hanya sekadar soal estetika, tetapi juga menjadi simbol baru bagi kepresidenan Trump di periode keduanya. Pesawat kepresidenan selalu menjadi ikon kekuasaan dan gaya kepemimpinan, dan kali ini tampil dengan warna yang lebih berani dan kontras.