Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengumumkan pencapaian kesepakatan bersejarah terkait pelucutan senjata secara menyeluruh oleh kelompok Hamas di Jalur Gaza. Langkah besar ini diyakini menjadi titik krusial penentu menuju pembentukan tatanan pemerintahan baru Palestina yang lebih stabil di wilayah tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kabar tersebut pertama kali dibagikan oleh Trump melalui platform media sosial Truth Social miliknya setelah melalui perundingan panjang di bawah Dewan Perdamaian. Ia menilai bahwa momentum ini merupakan gerbang utama untuk mewujudkan keamanan dan stabilitas jangka panjang di kawasan Timur Tengah.
Melansir laporan dari kantor berita AFP, seorang pejabat senior Hamas turut mengonfirmasi adanya poin-poin kesepakatan krusial dengan pihak Israel. Pengaturan tersebut mencakup masalah persenjataan kelompok pejuang hingga penarikan mundur pasukan militer Israel secara bertahap dari Jalur Gaza.
"Kesepakatan telah dicapai terkait isu persenjataan dan penarikan bertahap pasukan Israel dari Jalur Gaza," ujar salah satu pejabat senior Hamas memberikan konfirmasi kepada awak media.
Meskipun pihak Gedung Putih dan perwakilan Hamas telah memberikan sinyal positif, pemerintah Israel hingga kini dilaporkan belum mengeluarkan pernyataan resmi atau tanggapan utuh terkait klaim pengumuman kesepakatan tersebut.
Di sisi lain, proses demiliterisasi di Jalur Gaza rencananya akan dieksekusi melalui beberapa fase terstruktur secara ketat. Nantinya, Pasukan Stabilisasi Internasional atau ISF akan dikerahkan untuk berdampingan bersama kepolisian baru Palestina demi memastikan keamanan warga sipil.