Amandemen Kelima Konstitusi Amerika Serikat atau Amendment V menetapkan beberapa hak konstitusional serta batasan kekuasaan pemerintah dalam aspek prosedur kriminal. Aturan ini disahkan bersama sembilan amandemen lain pada tahun 1791 sebagai bagian dari Bill of Rights.
Mahkamah Agung telah memperluas sebagian besar hak dalam Amandemen Kelima hingga mencakup tingkat negara bagian dan lokal. Perlindungan hukum ini ditegakkan melalui Due Process Clause dari Amandemen Keempat Belas untuk memastikan warga negara terlindungi dari tindakan sewenang-wenang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSalah satu ketentuan utama dalam amandemen ini mewajibkan kasus kejahatan berat diadili berdasarkan dakwaan grand jury. Selain itu, terdapat klausul Double Jeopardy yang melindungi terdakwa dari tuntutan ganda atas kejahatan sama dalam pengadilan federal.
Klausul Self-Incrimination memberikan perlindungan bagi individu menolak memberikan kesaksian memberatkan diri sendiri saat menjadi terdakwa. Istilah "Pleading the Fifth" sering digunakan saksi untuk menolak menjawab pertanyaan berpotensi menjerat mereka secara hukum.
Mahkamah Agung dalam kasus Miranda v. Arizona memutuskan bahwa klausul anti-penjeratan diri mewajibkan pihak kepolisian memberikan peringatan Miranda kepada tersangka saat menjalani interogasi dalam tahanan.
Amandemen ini juga memuat Takings Clause yang mengizinkan pemerintah federal mengambil properti pribadi demi kepentingan publik asalkan memberikan kompensasi secara adil. Berdasarkan analisis awak media, ketentuan ini menjadi landasan fundamental bagi keseimbangan antara hak milik individu dan kepentingan negara.