Amerika Serikat menawarkan paket bantuan senilai 1 miliar dolar AS kepada Kolombia tepat pada hari pertama pelantikan Presiden baru Abelardo de la Espriella yang dikenal sebagai seorang populis sayap kanan. Pengamatan redaksi Kabayan News mencatat bahwa langkah tersebut menandai pergeseran besar peta politik di kawasan Amerika Latin menyusul kemenangan telak de la Espriella dalam pemilu.
Abelardo de la Espriella memanfaatkan pidato perdana untuk mendeklarasikan perang total terhadap kartel narkoba serta memperketat keamanan nasional bersama Washington. Dari analisis awak media Kabayan News, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyambut baik komitmen itu karena sejalan dengan misi bersama dalam memberantas kejahatan terorganisir.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBantuan keamanan masif ini diberikan setelah hubungan kedua negara sempat merenggang di bawah pemerintahan mantan Presiden Gustavo Petro yang mengusung pendekatan perdamaian total. Kehadiran de la Espriella dianggap membawa angin segar bagi Gedung Putih dalam memperkuat pengaruh strategis di kawasan Amerika Latin.
Sebagai seorang pengacara dan pengusaha sukses, de la Espriella menegaskan sikap tegas menghadapi kelompok bersenjata dengan mengadopsi gaya kepemimpinan tegas seperti pemimpin regional lainnya. Kebijakan luar negeri baru ini langsung diwujudkan dengan keputusan Kolombia bergabung dalam aliansi keamanan Shield of the Americas.
Pemerintahan Donald Trump memuji agenda pertumbuhan ekonomi serta komitmen anti-kriminalitas yang diusung oleh pemimpin baru berjuluk El Tigre tersebut. Kerja sama erat ini diprediksi bakal memperkuat posisi geopolitik blok kanan di Amerika Latin sekaligus mempererat hubungan bilateral kedua negara.