Nilai tukar dolar Selandia Baru terhadap dolar AS atau NZD/USD merangkak naik mendekati level 0.59 di tengah optimisme lanjutan kebijakan moneter ketat dari bank sentral. Berdasarkan analisis UBS, pandangan positif terhadap mata uang Kiwi tetap terjaga meskipun data pasar tenaga kerja domestik menunjukkan hasil variatif.
Data ketenagakerjaan terbaru mencatat tingkat pengangguran naik dari 5.4 persen menjadi 5.6 persen. Namun, kenaikan tersebut dipicu peningkatan tingkat partisipasi angkatan kerja dari 70.4 persen menjadi 70.7 persen.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeFaktor partisipasi tenaga kerja tersebut membuat UBS tetap meyakini Reserve Bank of New Zealand akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada tahun 2026. Proyeksi fundamental ini memperkuat target nilai tukar NZD/USD menuju level 0.61 dalam jangka menengah.
Di sisi lain, penguatan dolar AS mulai kehilangan momentum akibat melemahnya keyakinan pasar terhadap pengetatan lanjutan dari Federal Reserve. Data makroekonomi Amerika Serikat yang melunak serta posisi beli yang terlalu jenuh membuat ruang kenaikan dolar AS semakin terbatas menjelang pertemuan FOMC.
Kombinasi kebijakan suku bunga agresif dari bank sentral Selandia Baru dan konsolidasi dolar AS memberikan sokongan ganda bagi penguatan mata uang Kiwi. Posisi teknikal saat ini juga menunjukkan pemulihan signifikan dari titik terendah bulan Juni lalu.
Pengamat pasar menilai kombinasi fundamental domestik yang solid dan pelemahan greenback membuka peluang strategi beli untuk pasangan mata uang NZD/USD. Batas bawah di kisaran 0.58 diprediksi menjadi area pertahanan kuat bagi tren pemulihan lanjutan.