Presiden Donald Trump secara resmi memberikan dukungan politik kepada kader Partai Republik asal Michigan, Amir Hassan, yang maju dalam bursa pencalonan untuk Distrik Kongres ke-8. Dukungan ini diberikan kepada kandidat yang mengaku pertama kali terjun ke dunia politik karena dipicu oleh insiden penggunaan fasilitas umum.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam wawancara sebelumnya, Hassan menceritakan momen ketika ia merasa geram setelah mendapati seorang perempuan transgender menggunakan kamar mandi umum yang sama dengan putrinya yang masih kecil. Pengalaman tersebut ia sebut sebagai titik balik yang membuatnya mantap melangkah ke panggung politik.
Melalui platform Truth Social, Trump melontarkan pujian tinggi dan memberikan dukungan mutlak kepada Hassan dalam persaingan ketat kursi kongres tersebut. Namun, dukungan ini sempat memicu perdebatan di kalangan sebagian pendukung konservatif karena latar belakang agama sang kandidat.
Meski lahir di Flint, Michigan, serta memiliki rekam jejak sebagai mantan aparat penegak hukum dan veteran militer, Hassan tetap menghadapi sejumlah komentar miring dari netizen yang mempermasalahkan keyakinannya.
Dalam kampanyenya, Hassan menempatkan agenda penolakan terhadap ideologi gender radikal sebagai prioritas utamanya. Ia bertekad untuk melindungi anak-anak dari apa yang disebutnya sebagai agenda ekstrem kiri di sekolah maupun fasilitas umum.
"Saya adalah seorang ayah yang berjuang untuk membawa perubahan," tegas Hassan saat merespons kritik publik terkait fokus kampanyenya yang kerap menyoroti isu-isu komunitas LGBTQ+.