Militer Amerika Serikat akhirnya melancarkan aksi balasan dengan menyerang sejumlah target militer di wilayah Iran. Langkah tegas ini diambil menyusul peringatan keras dari Presiden Donald Trump agar Teheran menghentikan serangan lanjutan terhadap pasukan AS di kawasan Timur Tengah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyatakan pihaknya telah sukses merampungkan gelombang serangan berat yang menyasar puluhan titik milik Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC. Fasilitas yang dihantam meliputi pusat komando militer, markas rudal, hingga infrastruktur drone.
Melalui pernyataan resminya, CENTCOM menegaskan bahwa "serangan ini bertujuan untuk semakin memangkas ancaman yang ditimbulkan oleh Iran dan proksinya terhadap pasukan Amerika, pelayaran komersial, serta negara-negara teluk tetangga."
Di tengah eskalasi konflik yang memanas ini, lebih dari 50.000 personel militer AS dilaporkan tengah disiagakan di berbagai titik di Timur Tengah dalam tingkat kewaspadaan tertinggi. Situasi darurat ini merespons serangan rudal balistik sebelumnya yang diluncurkan IRGC ke arah fasilitas militer di Yordania.
Dampak dari serangan udara tersebut dilaporkan memicu sejumlah ledakan dahsyat di beberapa kota di Iran. Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi suara ledakan terdengar di Kota Abadan, Provinsi Khuzestan, serta wilayah Bushehr dan kawasan sekitar Pulau Qeshm di Provinsi Hormozgan.