Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / AS Lancar Serangan Udara ke Target...
INTERNASIONAL

AS Lancar Serangan Udara ke Target Militer Iran, Respons Peringatan Trump

By Dewi Lestari • 2 min read • 30 Juli 2026
Warga berjalan di dekat papan reklame bergambar Presiden AS Donald Trump di Teheran, Iran

Warga berjalan di dekat papan reklame bergambar Presiden AS Donald Trump di Teheran, Iran

Militer Amerika Serikat akhirnya melancarkan aksi balasan dengan menyerang sejumlah target militer di wilayah Iran. Langkah tegas ini diambil menyusul peringatan keras dari Presiden Donald Trump agar Teheran menghentikan serangan lanjutan terhadap pasukan AS di kawasan Timur Tengah.

Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyatakan pihaknya telah sukses merampungkan gelombang serangan berat yang menyasar puluhan titik milik Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC. Fasilitas yang dihantam meliputi pusat komando militer, markas rudal, hingga infrastruktur drone.

Melalui pernyataan resminya, CENTCOM menegaskan bahwa "serangan ini bertujuan untuk semakin memangkas ancaman yang ditimbulkan oleh Iran dan proksinya terhadap pasukan Amerika, pelayaran komersial, serta negara-negara teluk tetangga."

Di tengah eskalasi konflik yang memanas ini, lebih dari 50.000 personel militer AS dilaporkan tengah disiagakan di berbagai titik di Timur Tengah dalam tingkat kewaspadaan tertinggi. Situasi darurat ini merespons serangan rudal balistik sebelumnya yang diluncurkan IRGC ke arah fasilitas militer di Yordania.

Dampak dari serangan udara tersebut dilaporkan memicu sejumlah ledakan dahsyat di beberapa kota di Iran. Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi suara ledakan terdengar di Kota Abadan, Provinsi Khuzestan, serta wilayah Bushehr dan kawasan sekitar Pulau Qeshm di Provinsi Hormozgan.

Topics
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.