Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Gubernur Ohio Sebut Deportasi Warga...
INTERNASIONAL

Gubernur Ohio Sebut Deportasi Warga Haiti, Kebijakan Salah Trump

By Bambang Prasetyo • 3 min read • 30 Juli 2026
Gubernur Ohio Mike DeWine memberikan pernyataan menentang rencana deportasi warga Haiti oleh pemerintahan Trump

Gubernur Ohio Mike DeWine memberikan pernyataan menentang rencana deportasi warga Haiti oleh pemerintahan Trump

Gubernur Ohio Mike DeWine menyatakan dengan tegas bahwa rencana pemerintah Trump untuk mendeportasi ribuan imigran Haiti yang dicabut status perlindungannya adalah sebuah kesalahan besar. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara dengan CBS News, di mana ia menegaskan kebijakan itu tidak baik bagi Amerika Serikat maupun negaranya.

DeWine menyebut rencana deportasi ini sebagai "kesalahan" dan mengatakan bahwa warga Haiti telah membantu kebangkitan ekonomi kota Springfield. Mereka datang untuk bekerja dan mengisi lowongan pekerjaan yang tidak diisi oleh orang lain, demikian ujar gubernur dari Partai Republik ini.

Kekhawatiran muncul setelah Imigrasi dan Bea Cukai AS dikabarkan akan meningkatkan operasi penangkapan dan deportasi warga Haiti tanpa status hukum. Gubernur DeWine mengaku belum menerima pemberitahuan resmi dari ICE mengenai rencana tersebut.

Keputusan ini bermula dari langkah mantan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem yang mengakhiri status perlindungan sementara bagi warga Haiti tahun lalu, yang kemudian dipertahankan oleh Mahkamah Agung. Sekitar 330.000 warga Haiti terancam kehilangan status mereka, dengan 14.000 di antaranya tinggal di Ohio.

DeWine menyoroti kontribusi ekonomi komunitas Haiti yang mencapai 91 juta dolar AS per tahun bagi Springfield dan 5,9 miliar dolar AS bagi ekonomi nasional. Mereka juga membayar pajak lebih dari 1,5 miliar dolar AS setiap tahunnya, demikian data dari kelompok advokasi Fwd.us.

Jika kebijakan ini diterapkan, mereka akan dikirim kembali ke Haiti, negara yang oleh Departemen Luar Negeri AS dinilai berisiko tinggi karena kejahatan, terorisme, penculikan, dan keterbatasan layanan kesehatan. Gubernur Ohio dengan tegas menyebut mereka akan dikirim kembali ke "neraka".

DeWine juga meragukan bahwa warga Haiti akan secara sukarela kembali ke negara asal mereka. Menurutnya, mereka lebih memilih pergi ke tempat lain daripada kembali ke Haiti, karena mereka ingin bekerja dan menghidupi keluarga, demikian pernyataannya.

Sikap DeWine ini kontras dengan narasi kampanye Trump dan Vance pada 2024 yang menuduh warga Haiti di Springfield memakan hewan peliharaan warga. Tuduhan palsu itu kini terbantahkan oleh fakta bahwa komunitas Haiti justru berkontribusi positif bagi perekonomian setempat.

Status perlindungan sementara bagi warga Haiti pertama kali diberikan pada masa pemerintahan Obama setelah gempa dahsyat tahun 2010. Kini, pencabutan status tersebut dinilai akan mengirim mereka kembali ke kondisi yang tidak menentu dan berbahaya.

The Hill telah menghubungi ICE untuk meminta tanggapan terkait rencana deportasi ini, namun hingga berita ini diturunkan belum ada respons resmi. Sementara itu, suara dari internal Partai Republik mulai menunjukkan perlawanan terhadap kebijakan imigrasi Trump yang dinilai terlalu ekstrem.

Topics
mike dewine donald trump deportasi haiti tps imigrasi as ohio springfield kebijakan imigrasi ice
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.