Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Harga Minyak Dunia Naik ke Level...
INTERNASIONAL

Harga Minyak Dunia Naik ke Level Tertinggi dalam Tiga Pekan

By Bambang Prasetyo 2 min read 21 Agustus 2026
Harga minyak dunia melonjak naik ke level tertinggi dalam tiga pekan dipicu konflik Iran

Harga minyak dunia melonjak naik ke level tertinggi dalam tiga pekan dipicu konflik Iran

Harga minyak dunia melonjak naik ke level tertinggi dalam tiga pekan terakhir akibat ketidakpastian konflik Iran dan gangguan di Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran pasokan global. Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik sebesar 2,39% menjadi USD 93,81 per barel, sementara West Texas Intermediate atau WTI mencatat kenaikan 2,89%.

Kedua acuan utama pasar energi tersebut bergerak menuju tren penguatan selama lima sesi berturut-turut di tengah eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Lonjakan harga minyak ini didorong kekhawatiran pelaku pasar terhadap ketersediaan pasokan minyak mentah dan bahan bakar minyak sulingan di pasar internasional.

Ketegangan berkepanjangan antara Iran dan pihak terkait memperketat jalur distribusi energi vital dunia yang melewati wilayah perairan strategis tersebut. Situasi ini memaksa para pelaku industri energi untuk terus memantau perkembangan situasi geopolitik secara ketat guna mengantisipasi potensi lonjakan biaya logistik.

Para analis pasar keuangan mencatat bahwa volatilitas harga komoditas energi masih akan terus berlanjut seiring dinamika geopolitik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Kenaikan harga minyak ini dikhawatirkan dapat berdampak langsung pada tekanan inflasi global dalam beberapa waktu ke depan.

Dampak Konflik Iran terhadap Pasokan Minyak Global

Ketegangan di Timur Tengah secara langsung mempengaruhi stabilitas pasar komoditas energi global yang sangat bergantung pada kelancaran jalur distribusi maritim. Gangguan operasional di Selat Hormuz menjadi salah satu faktor utama yang mendongkrak harga minyak mentah ke level tertingginya dalam kurun waktu 21 hari terakhir.

Lonjakan harga Brent dan WTI mencerminkan kekhawatiran mendalam pasar terhadap potensi defisit pasokan energi jika konflik bersenjata terus berlanjut. Kondisi tersebut memaksa kilang-kilang minyak dunia untuk mencari alternatif pasokan guna menghindari risiko keterlambatan pengiriman bahan bakar.

Peningkatan harga minyak mentah ini juga memicu reaksi beragam di bursa saham global, khususnya pada sektor energi dan pertambangan yang sangat sensitif terhadap perubahan geopolitik. Pelaku pasar global kini berhati-hati dalam mengambil posisi investasi di tengah tingginya ketidakpastian makroekonomi saat ini.

Pemerintah dan lembaga energi internasional terus menyerukan upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan demi menjaga stabilitas pasokan minyak dunia. Tanpa adanya resolusi damai yang cepat, harga energi diproyeksikan akan tetap berada dalam tren fluktuatif tinggi.

Topics
harga minyak brent wti konflik iran selat hormuz pasar energi ekonomi global minyak mentah
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.