Harga minyak dunia melonjak mencapai level tertinggi dalam tiga pekan pada Rabu didorong ketidakpastian jalur pelayaran di Selat Hormuz serta gangguan pasokan global yang terus berlanjut. Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 45 sen atau 0,49 persen menjadi USD 91,47 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate Amerika Serikat turut menguat 45 sen atau 0,53 persen ke posisi USD 85,39 per barel.
Berdasarkan analisis pasar, tingkat kepercayaan terhadap keamanan jalur pelayaran tersebut masih rendah karena volume pengiriman tertahan jauh di bawah batas normal. Situasi geopolitik ini membuat premi risiko tetap melekat kuat pada pergerakan harga komoditas energi global.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pada Selasa bahwa negosiasi dengan Iran tidak sedang berlangsung dan menegaskan jalur perairan tersebut tetap terbuka. Pernyataan itu bertolak belakang dengan klaim pihak Iran yang menyebut kawasan strategis itu masih tertutup menyusul berakhirnya masa gencatan senjata.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeArus pengiriman komoditas melalui Selat Hormuz mengalami perlambatan signifikan setelah sebagian besar pemilik kapal memilih menghindari kawasan perairan tersebut demi keamanan operasional. Gencatan senjata sementara telah berakhir pada Senin, memicu kekhawatiran baru di kalangan pelaku pasar terhadap kelangsungan pasokan energi internasional.
Lonjakan harga minyak mentah Brent di atas level USD 91 per barel mengindikasikan para pelaku pasar memperhitungkan risiko geopolitik yang lebih tinggi. Kondisi ini berpotensi mendorong harga komoditas tersebut kembali menyentuh level tiga digit apabila kebuntuan diplomasi terus berlanjut.