Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Harga Minyak Dunia Naik Tipis, Pasar...
INTERNASIONAL

Harga Minyak Dunia Naik Tipis, Pasar Waspada Konflik AS-Iran

By Dewi Lestari • 2 min read • 13 Agustus 2026
Ilustrasi kilang minyak dunia dan pergerakan harga minyak mentah global di pasar saham

Ilustrasi kilang minyak dunia dan pergerakan harga minyak mentah global di pasar saham

Harga minyak dunia naik tipis pada Rabu didorong oleh berlanjutnya serangan terhadap kapal-kapal di kawasan Timur Tengah serta kebuntuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, penguatan harga minyak ini tertahan oleh langkah lembaga internasional yang memangkas proyeksi permintaan minyak global tahun 2026.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup menguat tipis tujuh sen menjadi 88,98 dolar Amerika Serikat per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate Amerika Serikat juga mencatatkan kenaikan serupa sebesar tujuh sen ke level 83,27 dolar Amerika Serikat per barel.

Kenaikan harga dipicu pernyataan sumber senior Iran kepada Reuters yang menyebutkan tidak ada pembahasan perpanjangan gencatan senjata dengan Amerika Serikat. Dari analisis Kabayan News, pasar semakin meragukan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat untuk meredakan gangguan arus pasokan minyak mentah dari kawasan tersebut.

Di sisi lain, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia untuk tahun 2026 dalam laporan bulanan mereka. Senada dengan hal tersebut, Badan Energi Internasional turut merevisi turun proyeksi permintaan sekaligus memperkirakan defisit pasokan global sepanjang tahun ini akibat penutupan jalur strategis Selat Hormuz.

Topics
harga minyak brent wti opec iea amerika serikat iran pasar keuangan
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.