Harga minyak dunia naik tipis pada Rabu didorong oleh berlanjutnya serangan terhadap kapal-kapal di kawasan Timur Tengah serta kebuntuan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, penguatan harga minyak ini tertahan oleh langkah lembaga internasional yang memangkas proyeksi permintaan minyak global tahun 2026.
Kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup menguat tipis tujuh sen menjadi 88,98 dolar Amerika Serikat per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate Amerika Serikat juga mencatatkan kenaikan serupa sebesar tujuh sen ke level 83,27 dolar Amerika Serikat per barel.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKenaikan harga dipicu pernyataan sumber senior Iran kepada Reuters yang menyebutkan tidak ada pembahasan perpanjangan gencatan senjata dengan Amerika Serikat. Dari analisis Kabayan News, pasar semakin meragukan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat untuk meredakan gangguan arus pasokan minyak mentah dari kawasan tersebut.
Di sisi lain, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia untuk tahun 2026 dalam laporan bulanan mereka. Senada dengan hal tersebut, Badan Energi Internasional turut merevisi turun proyeksi permintaan sekaligus memperkirakan defisit pasokan global sepanjang tahun ini akibat penutupan jalur strategis Selat Hormuz.