Iran menyimpan duka mendalam pascainsiden serangan rudal yang menghancurkan sekolah dasar Shajareh Tayyebeh di Minab. Berdasarkan laporan, tragedi tersebut merenggut ratusan nyawa warga sipil termasuk anak-anak di tengah kecamuk perang.
Berdasarkan pengamatan awak media Kabayan News, puing-puing bangunan sekolah masih menyisakan buku latihan milik korban bernama Mahya Salari. Pengamat mencatat insiden tragis ini menjadi simbol penderitaan warga sipil yang mengubah lanskap sosial politik secara drastis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerjalanan darat menggunakan kereta dari Teheran menuju Bandar Abbas memperlihatkan beragam perspektif dari berbagai kalangan masyarakat. Sebagian warga memilih beradaptasi dengan situasi sulit, sementara sebagian lainnya merasakan tekanan ekonomi dan pembatasan yang semakin ketat.
Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel memicu gelombang solidaritas sekaligus kepedihan mendalam di berbagai wilayah. Kehadiran militer serta serangan udara di sekitar pelabuhan strategis turut melumpuhkan aktivitas ekonomi para nelayan lokal.
Di ibu kota Teheran, suasana duka menyelimuti pemakaman pemimpin tertinggi Ali Khamenei yang dihadiri oleh ratusan ribu warga. Aksi massa tersebut menunjukkan polarisasi narasi di mana sebagian masyarakat merapatkan barisan sementara yang lain tetap menyimpan kritik terhadap pemerintah.