Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Perjalanan Melintasi Iran, Kisah...
INTERNASIONAL

Perjalanan Melintasi Iran, Kisah Pilu di Balik Perang AS-Israel

By Dewi Lestari • 2 min read • 8 Agustus 2026
Puing sekolah di Minab Iran akibat serangan rudal dalam konflik melawan Amerika Serikat dan Israel

Puing sekolah di Minab Iran akibat serangan rudal dalam konflik melawan Amerika Serikat dan Israel

Iran menyimpan duka mendalam pascainsiden serangan rudal yang menghancurkan sekolah dasar Shajareh Tayyebeh di Minab. Berdasarkan laporan, tragedi tersebut merenggut ratusan nyawa warga sipil termasuk anak-anak di tengah kecamuk perang.

Berdasarkan pengamatan awak media Kabayan News, puing-puing bangunan sekolah masih menyisakan buku latihan milik korban bernama Mahya Salari. Pengamat mencatat insiden tragis ini menjadi simbol penderitaan warga sipil yang mengubah lanskap sosial politik secara drastis.

Perjalanan darat menggunakan kereta dari Teheran menuju Bandar Abbas memperlihatkan beragam perspektif dari berbagai kalangan masyarakat. Sebagian warga memilih beradaptasi dengan situasi sulit, sementara sebagian lainnya merasakan tekanan ekonomi dan pembatasan yang semakin ketat.

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel memicu gelombang solidaritas sekaligus kepedihan mendalam di berbagai wilayah. Kehadiran militer serta serangan udara di sekitar pelabuhan strategis turut melumpuhkan aktivitas ekonomi para nelayan lokal.

Di ibu kota Teheran, suasana duka menyelimuti pemakaman pemimpin tertinggi Ali Khamenei yang dihadiri oleh ratusan ribu warga. Aksi massa tersebut menunjukkan polarisasi narasi di mana sebagian masyarakat merapatkan barisan sementara yang lain tetap menyimpan kritik terhadap pemerintah.

Topics
iran minab bandar abbas selat hormuz amerika serikat israel konflik timur tengah
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.