Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah angkatan bersenjata Iran melayangkan peringatan keras kepada negara-negara tetangga di Teluk. Berdasarkan laporan media Daily Sabah, Teheran meminta agar negara-negara tersebut tidak memberikan bantuan apa pun kepada militer Amerika Serikat.
Peringatan ini disampaikan tidak lama setelah Uni Emirat Arab mengumumkan penghentian hubungan ekonomi dengan Iran menyusul serangkaian serangan kapal di perairan sekitar. Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Ali Abdollahi, menegaskan bahwa segala bentuk fasilitas atau bantuan kepada pihak agresor sama saja dengan ikut serta dalam operasi militer.
"Bahwa setiap bantuan atau fasilitas yang diberikan kepada militer agresor AS sama dengan partisipasi dalam operasi militer AS," ujar Abdollahi sebagaimana dikutip dari kantor berita Mehr. Ia juga menambahkan bahwa pihak Iran memantau secara ketat keberadaan pesawat militer asing di pangkalan-pangkalan regional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab sebelumnya memutuskan untuk menangguhkan seluruh aktivitas perdagangan, pertukaran komersial, dan transaksi keuangan dengan Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut. Keputusan tersebut diambil pasca tuduhan adanya serangan rudal balistik yang menyasar kapal-kapal di perairan teritorial mereka.
Sementara itu, upaya diplomasi untuk meredakan konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran dikabarkan menemui jalan buntu. Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa negosiasi tidak sedang berlangsung, sementara blokade di jalur vital Selat Hormuz masih terus membayangi jalur pelayaran internasional.