Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan bahwa Selat Hormuz mutlak milik Iran dan tidak bisa dikuasai oleh ancaman digital maupun militer. Penegasan itu disampaikan untuk merespons pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berencana mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah teritorial AS.
Melalui akun media sosial miliknya, Kazem Gharibabadi menyatakan bahwa Selat Hormuz tidak bisa direbut hanya lewat cuitan, kapal induk, perintah, maupun pidato kampanye. Pihaknya menambahkan bahwa Iran sama sekali tidak takut terhadap ancaman ataupun unjuk kekuatan militer dari pihak asing.
Lebih lanjut, Kazem Gharibabadi menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali penuh Iran. Jalur vital tersebut hanya akan dibuka atau ditutup berdasarkan komando Iran sampai pihak Amerika Serikat mengakui kekalahan serta menghentikan intervensi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebelumnya, Donald Trump mengklaim Angkatan Laut AS menegakkan blokade penuh di Selat Hormuz dan berencana menyatakan wilayah tersebut sebagai teritorial AS setelah mengalahkan Iran. Pernyataan itu memicu ketegangan lanjutan di tengah konflik yang masih membara antara kedua negara.
Berdasarkan pengamatan media, situasi lalu lintas maritim di Selat Hormuz mengalami penurunan drastis akibat konflik yang terjadi. Perusahaan pelacakan kapal mencatat hanya segelintir kapal yang berani melintas di jalur strategis tersebut di tengah blokade ketat.