Pernyataan optimis Donald Trump mengenai potensi kesepakatan damai dengan Iran mendadak melambungkan bursa saham Wall Street sekaligus meredam lonjakan harga minyak dunia pekan ini. Sentimen positif mendadak menyelimuti pasar keuangan global setelah pejabat tinggi Amerika Serikat mengisyaratkan jalur diplomasi terkait krisis Selat Hormuz.
Kendati demikian, para pengamat pasar menilai respons tersebut didorong oleh bias optimisme yang terlalu mendalam di kalangan investor. Menurut pengamatan tim redaksi, pasar kerap mengabaikan fakta bahwa eskalasi militer di kawasan Teluk masih membayangi stabilitas rantai pasok energi internasional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, Iran secara konsisten membantah adanya perundingan langsung dengan Washington dan memilih berkoordinasi melalui mediator regional. Perbedaan prinsip mengenai status Selat Hormuz tetap menjadi batu sandungan utama, di mana Teheran berambisi mengenakan tarif layanan sementara Amerika Serikat menuntut jalur perairan internasional yang bebas hambatan.
Fluktuasi harga minyak mentah dan indeks saham menunjukkan betapa rentannya pasar terhadap setiap isyarat politik dari Gedung Putih. Analis energi mengingatkan bahwa siklus harapan palsu yang terus berulang berpotensi memicu kejutan harga yang lebih parah apabila cadangan strategis global semakin menipis.
Ketegangan yang memasuki bulan keenam ini menuntut kedua belah pihak untuk segera melunakkan posisi tawar guna menghindari jalan buntu yang merugikan ekonomi global. Pengamat dari Rystad Energy menyebut kompromi diplomasi menjadi satu-satunya jalan keluar rasional untuk mencegah lonjakan harga energi kembali ke level tertinggi.