Partai Demokrat berupaya keras menghentikan langkah pemerintahan Trump dalam memberikan akses bantuan dan perawatan medis yang mendesak bagi sekitar 146.000 tunawisma penderita gangguan mental serius. Kalangan Demokrat menilai kebijakan tersebut berpotensi mencederai hak-hak sipil dasar para penyandang disabilitas.
Pada akhir Juli lalu, para politisi Demokrat di DPR dan Senat meluncurkan penyelidikan formal untuk menyoroti rencana eksekutif tersebut. Mereka menuding kebijakan baru pemerintah federal berisiko mengembalikan sistem perawatan yang membatasi kebebasan individu di fasilitas-fasilitas penampungan khusus.
Di sisi lain, para pendukung kebijakan baru berargumentasi bahwa sistem perawatan berbasis komunitas yang dipertahankan Demokrat selama ini justru gagal mengatasi krisis di lapangan. Ribuan orang dengan gangguan jiwa parah dilaporkan telantar di jalanan kota-kota besar tanpa mendapatkan pengawasan klinis yang memadai.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDepartemen Kehakiman Amerika Serikat sebelumnya telah merilis pandangan hukum kontroversial untuk merombak pengawasan federal terhadap layanan kesehatan mental tingkat negara bagian. Langkah ini dirancang agar pemerintah daerah dapat menyediakan fasilitas perumahan suportif skala kecil beserta perawatan wajib bagi tunawisma.
Perdebatan Sistem Perawatan dan Kondisi Tunawisma
Perdebatan panjang mengenai penanganan tunawisma di Amerika Serikat telah berlangsung selama beberapa dekade menyusul interpretasi luas terhadap putusan Mahkamah Agung pada tahun 1999. Kebijakan sebelumnya mendorong perawatan mandiri berbasis komunitas yang membuat pengobatan penyalahgunaan zat dan kesehatan mental bersifat opsional.
Banyak penderita gangguan mental berat akhirnya menolak pengobatan sukarela karena kondisi psikologis mereka yang menghambat penalaran rasional. Akibatnya, ribuan tunawisma hidup dalam kondisi memprihatinkan di jalanan serta menghadapi risiko tinggi terhadap tindak kriminal dan masalah kesehatan kronis.
Pemerintahan Trump menawarkan kerangka kerja alternatif yang memungkinkan negara bagian mendirikan rumah kelompok berbasis komunitas dengan perawatan wajib bagi individu yang mengalami disabilitas mental. Opsi menengah ini dinilai penting untuk menjembatani jurang antara perawatan rumah sakit jiwa dan kebebasan di komunitas.
Kendati demikian, sejumlah kelompok aktivis hak asasi tetap menyuarakan penolakan keras dan menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk pengurungan kembali kaum rentan. Perdebatan sengit antara pendekatan pemerintah federal dan kelompok pembela hak sipil ini terus berlanjut di tengah krisis tunawisma yang kian memuncak.