Memoir Nobody's Girl karya mendiang advokat Virginia Giuffre mengungkap dugaan pelecehan seksual mengerikan oleh Jeffrey Epstein, Ghislaine Maxwell, hingga Andrew Mountbatten-Windsor. Buku yang ditulis bersama penulis Amy Wallace ini terbit secara anumerta melalui penerbit Alfred A. Knopf pada 21 Oktober 2025 lalu, menyusul kepergian Giuffre pada 25 April 2025 di usia 41 tahun.
Buku tersebut langsung memicu kehebohan global di tengah sorotan publik terhadap lingkaran pertemanan Epstein dengan tokoh-tokoh penting dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pengungkapan dalam buku ini berdampak besar pada pencabutan gelar serta kehormatan kerajaan milik Andrew Mountbatten-Windsor setelah bertahun-tahun menuai kritik atas hubungannya dengan Epstein dan tuduhan dari Giuffre.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut catatan tim redaksi, dampak peluncuran memoir ini tidak hanya mengguncang panggung politik internasional, tetapi juga mendominasi daftar buku terlaris New York Times kategori nonfiksi hardcover selama 24 minggu berturut-turut hingga Mei 2026. Berdasarkan pengamatan awak media, kejujuran brutal Giuffre dalam menceritakan masa lalunya menjadi pukulan telak bagi para elite yang selama ini berlindung di balik kekuasaan.
Dalam halamannya, Giuffre merinci masa lalunya saat bekerja di Mar-a-Lago tempat ayahnya mencari nafkah, hingga proses manipulasi yang dilakukan Maxwell dan Epstein terhadap dirinya. Ia mendeskripsikan tindak kekerasan seksual sadomasokis dialaminya serta pertemuan-pertemuan kontroversial dengan Andrew Mountbatten-Windsor ketika usianya baru menginjak 17 tahun.
Sebagaimana dilaporkan dalam buku tersebut, konflik batin juga mewarnai proses penerbitan setelah Giuffre sempat menuduh suaminya, Robert Giuffre, melakukan kekerasan domestik menjelang akhir hayatnya. Co-author Amy Wallace memberikan catatan khusus dalam prakata buku untuk menjelaskan dinamika pelik tersebut tanpa mengubah naskah asli yang telanjur menggambarkan Robert sebagai sosok pendukung.
Prestasi gemilang menyusul kesuksesan komersial memoir ini ketika Nobody's Girl dinobatkan sebagai Book of the Year di ajang British Book Awards 2026. Mengutip laporan penyelenggara, Giuffre turut dianugerahi penghargaan Nonfiction Narrative Book of the Year serta Freedom Award berkat keberaniannya melawan segala bentuk intimidasi hukum.