Perairan Oman muncul sebagai jalur vital baru bagi distribusi minyak mentah dari kawasan Teluk menuju pasar global menyusul gangguan keamanan di Selat Hormuz. Berdasarkan data lembaga riset Kpler, lebih dari 80 persen arus keluar minyak mentah kini melintasi perairan Oman atau berlayar dengan sistem pelacakan dimatikan demi menghindari risiko keamanan.
Berdasarkan analisis media finansial, pengalihan rute ini memberikan opsi krusial bagi kilang minyak India yang tengah menghadapi penurunan pasokan dari Rusia. Pengiriman minyak Rusia ke India tercatat merosot hingga 32 persen pada paruh pertama Agustus menjadi sekitar 1,9 juta barel per hari dibandingkan bulan sebelumnya.
Kendati menjadi alternatif utama, perusahaan asuransi tidak lagi memandang koridor Oman sebagai jalur aman akibat ancaman serangan yang masih persisten. Menurut laporan, premi risiko perang untuk pelayaran kawasan tersebut melonjak tinggi sementara tarif kapal tanker jenis VLCC bertahan di dekat level tertinggi historis.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeProdusen minyak utama di kawasan Teluk berupaya mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz dengan memanfaatkan jalur pipa alternatif secara maksimal. Arab Saudi mengoptimalkan pipa Timur-Barat menuju Yanbu sedangkan Uni Emirat Arab mempertahankan ekspor minyak melalui pelabuhan Fujairah untuk menjaga pasokan global tetap mengalir.
Ketersediaan minyak mentah Teluk melalui perairan Oman diharapkan mampu memberikan fleksibilitas tambahan bagi industri penyulingan India di tengah tantangan biaya pengangkutan dan ketidakpastian geopolitik yang masih membayangi pasar energi global.