Militer Taiwan memulai latihan militer tahunan Han Kuang di berbagai penjuru pulau pada Rabu untuk mensimulasikan respons pertahanan terhadap potensi invasi China serta menghadapi taktik zona abu-abu.
Latihan perang yang berlangsung selama 10 hari ini menguji kemampuan pasukan dalam mempertahankan operasi pertahanan penuh selama 24 jam serta menerapkan metode komunikasi baru gaya Amerika Serikat agar pasukan garis depan lebih mandiri.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBerdasarkan analisis awak media Kabayan News, latihan tahun ini melibatkan pengerahan pasukan cadangan terbesar dalam sejarah Taiwan dengan menerjunkan lebih dari 5.000 prajurit dari dua brigade aktif.
Pengamatan redaksi Kabayan News menyebutkan agenda latihan juga mencakup simulasi ketahanan perkotaan di kota-kota besar seperti Taipei, Taichung, dan Kaohsiung termasuk pengujian penurunan kecepatan internet.
Selain pengerahan tank M1A2T Abrams buatan Amerika Serikat, latihan ini menjadi sorotan di tengah dinamika anggaran pertahanan serta kebijakan penjualan senjata dari pemerintahan Donald Trump kepada Taipei.